Ospek 628 Mahasiswa Baru Unusida, di Buka Wabup

oleh -183 views

SIDOARJO, beritalima.com – Mahasiswa Baru (Maba) di kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) yang mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) bagi mahasiswa baru yang berjumlah dua kali lipat dibanding jumlah Maba tahun lalu.

Tahun lalu jumlah Maba 300 an sedangkan tahun ajaran 2018/2019 jumlah mahasiswa yang mendaftar di Unusida naik menjadi 628 mahasiswa, saat berlangsung di gedung Rohmatul Ummah, (selasa,04/09).

www.beritalima.com

Dalam kegiatan ospek untuk mahasiswa baru dibuka oleh Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin.

Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syafuddin mengatakan Unusida merupakan salah satu kampus di Sidoarjo yang menjadi harapan masyarakat, terutama warga Nahdliyin, dari tahun ke tahun jumlah mahasiswanya semakin bertambah banyak ’’Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengapresiasi atas perkembangan UNUSIDA yang terbilang cepat,’’ katanya.

Pria yang akrab disapa Cak Nur itu berharap seluruh perguruan tinggi di Sidoarjo bangkit dan eksis. Tidak terkecuali Unusida. ’’Salah satu yang harus dilakukan adalah terus berinovasi seperti agar Unusida bisa berkembang,’’ ujarnya.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Dia menegaskan, pemerintahan yang bagus didukung perguruan tinggi. Karena itu, kerja sama antara pemerintah dan kampus harus diperkuat. Cak Nur berharap Unusida bisa menjadi wadah untuk memenuhi keinginan warga NU yang ingin meneruskan ke pendidikan tinggi.

’’Diharapkan keinginan masyarakat NU bisa terwujud,’’ katanya.

Ketua BPP (Badan Penyelenggara Perguruan) UNUSIDA Arli Fauzi menyampaikan, pihaknya bersyukur dengan kenaikan jumlah mahasiswa baru tahun ajaran 2018/2019 mengalami peningkatan dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

’’Unusida sudah masuk tahun kesembilan. Jumlah maba tahun ini mencapai 628 orang. Ada peningkatan hampir 100 persen dari sebelumnya, tahun lalu jumlah mahasiswa baru mencapai 300 an’’ katanya.

Selama OSPEK mulai tanggal 4 – 6 Agusutus, mahasiswa baru tidak diperbolehkan memakai sepatu, mereka harus memakai sandal “trompa” kayu, baik laki – laki maupun perempuan. Khusus mahasiswa laki – laki selama OSPEK memakai sarung.

Menurut Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA Rifa’ul Doni selaku Ketua Panitia OSPEK mengatakan, pihaknya ingin mengenalkan kultur Nahdliyin kepada mahasiswa baru, pengenalan masuk di UNUSIDA tidak jauh berbeda dengan masuk di lingkungan pesantren, pungkasnya. (Kus). www.beritalima.com

www.beritalima.com