Pameran Keris Nusantara Berlangsung di Musium Keraton Sumenep

  • Whatsapp
Pameran Keris Nusantara dihadiri dan dibuka secara khusus oleh Bupati Sumenep, DR. KH A. Busyro Karim, M.Si, Wakil bupati Achmad Fauzi, SH, segenap OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Camat sekabupaten Sumenep, para pengrajin dan pencinta keris

SUMENEP, beritalima.com|Pemerintah kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur melalui dinas Pariwisata kebudayaan Pemuda dan olahraga menggelar Pameran Keris Nusantara yang berlangsung di lingkungan Musium Keraton Sumenep, Jum’at (20/09/2019).

Bupati Sumenep, DR. KH A. Busyro Karim, M.Si, saat pembukaan Pameran Keris Nusantara di Musium Keraton Sumenep

Kegiatan akan berlangsung selama 3 (tiga) hari dari hari Jum’at 20/09/2019 s/d Minggu 22/09/2019.

Pameran Keris Nusantara ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Bupati Sumenep, DR. KH A. Busyro Karim, M.Si, Wakil bupati Achmad Fauzi, SH, segenap OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Camat sekabupaten Sumenep, para pengrajin dan pencinta keris.

Bupati Sumenep, DR. KH. A. Busyro Karim, M.Si menyampaikan, festival keris mempunyai tujuan untuk mempertahankan budaya dan peninggalan leluhur.

“Pameran ini merupakan wujud nyata partisipasi dan dukungan pemerintah daerah Kabupaten Sumenep meningkatkan dan mengembangkan serta melestarikan peninggalan leluhur,” kata Bupati Busyro.

“Bagaimana keris ini di Sumenep semakin diterima oleh masyarakat salah satunya dengan adanya pameran ini,” katanya.

www.beritalima.com

Bupati dua periode itu juga berharap agar kolektor luar Pulau Madura bisa melirik keindahan Kabupaten berjuluk Kota Keris ini. “Saya ingin para kolektor Indonesia bisa bertemu di Kabupaten Sumenep. Saya berharap acara ini tidak hanya formalitas,” terangnya.

Disisi lain, pameran keris diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat dari hasil sentra keris yang ada. “Semoga hal ini akan menumbuhkan nilai-nilai ekonomis, tentu saat keris – keris ini dipasarkan”, imbuhnya

Menurutnya, Dalam mempertahankan dan menjaga warisan Budaya Tak berbenda dengan tahun 2002 sehingga melahirkan retifikasi peraturan Presiden Nomer 78 tahun 2019. “Perhelatan ini bagian aksi nyata keputusan Convention for the Safeguarding of the Intangible Culturan Heritage,” kata Busyro.

Madura, khususnya di kabupaten Sumenep merupakan salah satu dari 15 etnik atau daerah di Indonesia yang diakui oleh UNISCO, dan telah ditetapkan sebagai masterpiece of the oral intangible cultural heritage and humanity oleh UNESCO.

“Kabupaten Sumenep telah dinobatkan sebagai Kota keris oleh UNISCO, selain itu juga merupakan wilayah terbanyak pengrajin (empu) keris tingkat dunia,” ungkapnya.

Secara prinsipil, kata Suami anggota DPR Provinsi Jatim ini menyebutkan, ada lima fungsi keris dimata masyarakat Indonesia yaitu, fungsi, tradisi, sosial, seni, filosofi, dan mistis.

“Keris mempunyai fungsi dan peranan dalam mempengaruhi peradaban yang terus berkembang mengiringan perputaran jaman yang semakin moderen sehingga, sangat penting menjaga dan mengembangkan fungsi keris dalam mengembangkan usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dengan dicanangkannya tanggal 25 November sebagai hari keris Nasional oleh pemerintah Indonesia akan memberikan nuansa positif bagi masyarakat. “Ini sebuah perhatian yang sangat besar bagi masyarakat, khususnya pencinta keris dan pembuat keris (empu) untuk meningkatkan SDMnya,” ungkap Buya Busyro Karim.

Dengan progran Visit Sumenep yang terselenggara sejak 2018 lalu dan sampai sekarang semata mata demi meningkatkan perekonomian masyarakat Sumenep.

Dengan harapan, nanti pada event yang akan di gelar pada tanggal 25 s/d 27 November di Kabupaten Sumenep akan membawa dampak positif dari sektor ekonomi masyarakat. “Dimungkinkan nanti pada pagelaran event yang akan dihelat pada 25 November akan dihadiri oleh kalangan pecinta, pengrajin dan pembeli keris dari keraton keraton yang ada di seluruh Nusantara,” pungkas bupati Sumenep, DR. KH. A. Busyro Karim, M.Si

Sementara, Kepala Disparbudpora kabupaten Sumenep, Drs. Carto, MM. menyampaikan bahwa peserta festival keris sebanyak 150 peserta. 100 peserta dari luar Madura, meliputi Jogja, Jakarta, dan lainnya.

“Tujuan acara ini untuk menjaga dan melestarikan budaya keris serta menjadikan kota Sumenep sebagai icon keris”, jelas Carto.

Selain itu, kata Carto, kegiatan ini juga dalam rangka mendukung suksesnya hari jadi Kabupaten Sumenep ke 750. Sementara, para peserta, sebanyak 150 peserta yang berasal dari kabupaten Sumenep dan dariluar Kabupaten Sumenep meliputi Surabaya Jogja, Sola, Jakarta.

(An)

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *