Penuhi Kekurangan Stok Darah PMI Wonosobo Jemput Bola bagi Pendonornya

  • Whatsapp

WONOSOBO, beritalima.com | Ditengah-tengah musibah atau bencana non alam (Covid-19) pelayanan donor darah di markas PMI Wonosobo tetap berjalan seperti biasa dengan sistem jemput bola.

Ketua markas palang merah Indonesia (PMI) Wonosobo Faisal mengatakan pada situasi adanya Covid-19 pelayanan di PMI Wonosobo masih berjalan seperti biasa dan PMI mempunyai protokol mengacu dari pusat maupun Propinsi sebagai pelayanan pertolongan terhadap bencana. Pertolongan dibidang kesehatan melalui klinik dan pelayanan penggadaan darah.

Bacaan Lainnya

“Dalam melayanani masyarakat tetap berjalan seperti biasa dan selalu melakukan antisipasi penularan wabah pandemi Covid-19. Dalam melakukan kegiatan donor ada dua tekhnis pertama kami menggunakan sistem jemput bola. Perlu diketahui PMI tidak lepas dari inl adanya physical distancing dalam menjemput pendonor maksimal satu mobil 3-4 orang, karena kami menggunakan protokol pelayanan.” Ujar Ketua Makas PMI Senin (21/04).

Faisal menjelaskan bahwa PMI Wonosobo dijatah 9000 kantong darah, terkait adanya musibah atau bencana non alam (Covid-19 red-) PMI telah mengambil langkah dalam penggadaan stok darah. Langkah-langkah yang dilakukan tetap melayani masyarakat pendonor melalui jemput bola sampai fase pertama pada 20-23 April 2020.

“Apa yang sudah menjadi tradisi donor darah terdahulu tetap dijalankan. Mari kita berdonor, karena selain mempunyai nilai ibadah, donor darah akan menjaga sirkulasi darah yang akan menjadi lebih sehat lagi.” Beber Faisal.

“Saat ini kami memanggil pendonor dari BPN Wonosobo, Bank Jateng, BRI dan BNI, dimana setiap istansi dijatah 10 orang dan saat ini ada bebera sudah masuk. Di hari kedua kami mengagendakan pendonor dari PLN, Kemenag.” Terangnya.

www.beritalima.com

Ia menerangkan, donor darah yang dilakukan tidak memandang setrata apapun, bahkan setda Wonosobo dijatah 40-50 tapi di cansel, ada hari tersendiri untuk giat donor nanti. Kami sudah berkoordinasi dengan Setda One Andang Wardoyo. Beliau sudah memberi surat edaran no 256 terkait donor darah serta memberikan himbauan kepada ASN di jajaran Pemda maupun ASN di istansi vertikal seperti Kejari dan lainya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19 tidak usah panik serta takut yang berlebih. Taati himbauan pemerintah demi memutus mata rantai Civid-19. Semoga wabah tersebut akan cepat teratasi sehingga masyarakat akan merasa nyaman dalam melakukan aktifitas sehari-hari.” Pungkas Fsisal (Rjt-05 Budi).

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait