beritalima.com

Prajurit Yonif 411 Kostrad Himbau Warga Pedalaman Papua Waspada Jentik Nyamuk DBD

  • Whatsapp

Merauke, Prajurit Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG menghimbau warga masyarakat agar waspada terhadap perkembangan jentik-jentik nyamuk akan penyebaran wabah penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) di Kampung Kondo, Distrik Naukenjerai, Kab. Merauke, Papua, Rabu (22/1/2020).

Komanda Pos (Danpos) Kondo Letda Inf Ulivo Dicky Pambudi, S.Tr. (Han)., bersama empat orang anggotanya berkeliling ke rumah-rumah warga pedalaman guna menghimbau masyarakat agar mewaspadai perkembangan jentik-jentik nyamuk pada musim penghujan ini.

Personel Pos Kondo Satgas Yonif 411 Kostrad melakukan pencegahan dengan memeriksa langsung bak mandi dan penampungan air di rumah warga Kampung Kondo, guna meyakinkan tidak ada jentik nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menimbulkan wabah DBD.

Para personel satgas juga memberikan edukasi menjaga kebersihan lingkungan dan mengajak warga melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta meningkatkan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

Di tempat terpisah, Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., menyampaikan bahwa kegiatan pencegahan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue oleh anggota Pos Kondo merupakan suatu bentuk kepedulian Satgas kepada warga masyarakat, agar selalu terlindungi kesehatannya dari ancaman penyakit DBD.

beritalima.com

“Semoga melalui kegiatan himbauan seperti ini, masyarakat dapat terhindar dari wabah penyakit DBD dengan meminimalisirnya menjaga kebersihan ditempat-tempat bak penampungan air, dan mengajak warga menjaga kebersihan yang dimulai dari diri kita sendiri, kemudian lingkungan keluarga dan wilayah,” pungkas Mayor Inf Rizky.

Sementara itu, salah satu warga Kristian Diwalek, mengucapkan banyak terima kasih kepada anggota Pos Kondo Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, yang telah peduli dengan masyarakat dan juga memberikan suatu pencegahan wabah penyakit DBD lingkungan masyarakat yang berada di pedalaman Papua ini,” ucapnya.

beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *