beritalima.com

Program “Safari Pasung” Panarukan Lepaskan Penderita Pasung Selama 12 Tahun

  • Whatsapp

SITUBONDO, beritalima.com – Dua belas tahun lamanya Annisa (34), warga Dusun Kilen Selatan RT 01/RW 02 desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, terpaksa dipasung oleh orang tuanya. Karena penyakit jiwa yang dideritanya sering kambuh dan mengamuk. keluarga pun harus memasung kaki Annisa menggunakan kayu karena kawatir berjalan jauh dan melukai orang lain. Selasa (7/02).

Gubuk reyot dan lubang disana sini menjadi tempat sehari dari Annisa yang merupakan salah satu dari 4 orang yang akan dilepas pasungnya hari ini oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo melalui PKM Panarukan.

Kegiatan tersebut dikatakan oleh Camat Panarukan Dadang A Bintoro,S.sos,Msi, merupakan kegiatan dari lintas sektoral ( Kecamatan, koramil, Polsek dan Puskesmas) di kecamatan panarukan, dengan nama program “Safari Pasung”. Kegiatan yang memantau penderita gangguan jiwa se kecamatan Panarukan yang dipasung oleh keluarganya dngan berbagai alasan.

“kami secara berkala bersama petugas kesehatan memantau perkembangan pasien, terutama memotivasi pihak keluarga dan lingkungan sekitar, karena lingkungan berpengaruh sangat penting untuk kesembuhan penderita kelainan jiwa” ucap Camat Panarukan.

Ditambahkan oleh Kepala PKM Panarukan DR Sudarmono bahwa pasien yang menderita gangguan jiwa kemudian dipasung akan menimbulkan masalah baru, seperti tangan atau kaki akan menimbulkan luka akibat di rantai atau dipasung, kegiatan Safari Pasung akan mengontrol obat dan kejiwaan pasien.

beritalima.com

“kitadi sempat kita buka yang pareyaan, tangan dan kakinya dirantai hingga rantai melekat dikulit yang luka, setelah kami buka dan diobati ternyata ada solusi dari kepala desa untuk dipekerjakan di balai desa, itu hal positif untuk mengontrol sisi kejiwaan pasien,” Ungkap DR Sudarmono.

Dalam Program Safari Pasung yang dilakukan oleh Camat, Puskesmas didampingi oleh Polsek Panarukan dengan ketua tim Dokter, Dr Reny Wahyuningrum dan Dr Melani mendatangi Sdr Y ( 30) , Sdr A (34) warga desa Pelleyan, Annisa di kilensari Panarukan dan Hariyono dusun Pereyaan RT/RW 01/04 desa Sumber kolak yang dilepas rantai yang membelitnya selama 4 tahun, sementara Y adalah pasien yang sudah beberapa kali masuk di RSJ Lawang namun sering kambuh kembali karena Lingkungan kurang mendukung.(JOE)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *