Rehab Gedung SD Nanas Disoal

  • Whatsapp

JAILOLO,  beritalima.com – Rehap Sekolah Dasar (SD) Negeri Nanas, Kecamatan Ibu, kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara (Malut), dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 senilai Rp 195 juta Disoal. 

Pasalnya, pekerjaan suakelolah tersebut, dinilai tidak sesuai bestek,  lantaran semua tiang atap bangunan tidak diganti. Namun hanya seng yang diganti baru, serta mobiler masuk kategori rusak hanya di cat tanpa digantikan dengan mobiler baru.

“Sesuai laporan masyarakat terhadap saya, terkait adanya masalah pembangunan rehap SD Nanas tahun 2016 kemarin, tidak sesuai dengan bestek. Karena tiang kayu rangka atap tidak di ganti, maupun mobiler hanya di cet kembali,”aku wakil ketua II DPRD Halbar Nikodemus H David kepada beritalima, di Jailolo, Minggu (22/1/2017).

Menurutnya, bukan hanya laporan dari masyarakat setempat desa Nanas. Bahkan ada laporan dari Kepala Desa (Kades) Nanas  mengakui bahwa benar adanya masalah pekerjaan rehap bangunan SD Nanas.

“Sudah dua kali Kades Nanas menemui dirinya melaporkan masalah tersebut, dan tidak menyetujui untuk mendatangi berita acara pekerjaan. Karena diketahui pekerjaan belum sesuai bestek,”ujarnya

Lanjut Nikodemus, pihaknya setelah pulang dari Jakarta nanti, akan melakukan pengecekan ke SD Nanas, untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan sampai ini betul kontraktor dan Dinas terkait akan dipanggil untuk dimintai penjelasan.

“Masalah ini yang harus bertunggungjawab adalah kepala sekolah. Karena ini masalah yang besar terkait dengan pendidikan, bahkan selaku putra desa Nanas sangat perihatin dan menyesalkannya,”tandasnya.

Terpisah Kasi Sarana Prasarana Diknas Halbar Abdul Kader Karmen, Senin (23/1/2017), mengatakan, setiap pekerjaan harus berdasarkan RAP.  Ada barang bisa diganti maupun masih digukanan tergantung petunjuknya. Sebab, pekerjaannya bukan pembangunan baru tetapi rehab.  Sehingga nanti dilihat tingkat kerusakannya. Untuk itu,  pihak Diknas akan turun mengecek kembali tetapi sebelumnya, pemeriksaan internal seperti inspektorat dan BPK-P.

“Jadi itu nanti dilihat dari hasil item pekerjaanya apakah sesuai atau tidak dan itu nanti setelah pekerjaan internal dulu,  baru kami turun cek ke lapangan,”ketusnya.

Sementara Kepsek SD Negeri Nanas Risto SPd, saat dikonfirmasih via hanphone, namun belum berhasil terhubung hingga berita ini naik tayang. (ssd)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *