Sajian Kuliner Tradisional Dalam Festival Kuliner di Sumenep

oleh -44 views
Bupati Sumenep, DR. KH. A. Busyro Karim MSi. Chef Juna Rorimpandey bersama Kepala Biro Humas Menteri Pariwasata RI Guntur Sakti saat peresmian Sumenep Heritage Culinary Festival 2019

SUMENEP, beritalima.com|Grand opening atau pembukaan Heritage Culinary Festival yang digelar di area Taman Adipura Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur malam ini (12/10/2019) berlangsung meriah.

Event festival kuliner khas Madura ini akan berlangsung hingga Minggu (13/10/ 2019), yang akan dimeriahkan dengan penampilan topeng dhalang remaja dan direct promotion atau promosi wisata.

Warga Sumenep dari berbagai kecamatan datang berbondong-bondong memadati gelaran festival kuliner khas Madura ini.

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, membuka secara resmi Sumenep Heritage Culinary Festival, Festival Dalang Remaja dan Direct Promotion Pariwisata Sumenep di Taman Potre Koneng, Sabtu (12/10/2010) malam.

Bupati menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen tidak hanya sebatas melestarikan potensi kuliner lokal, melainkan ingin mengenalkan beragam makanan daerah kepada masyarakat luas baik di Indonesia dan dunia.

“Kuliner lokal yang terkenal hingga ke luar daerah bisa menarik dan memikat wisatawan datang berkunjung ke Kabupaten Sumenep, sehingga banyaknya wisatawan itu mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat,” tutur Bupati dua periode ini.

Dimulainya festival kuliner itu, Bupati Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, meracik dan menyajikan kaldu kokot kepada Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural, Guntur Sakti dan Chef Junior Juna Rorimpandey.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah guna mengangkat kuliner lokal semakin terkenal ke halayak luas, dengan menggelar festival kuliner sebagai bagian promosi, harapannya masyarakat luar daerah mengetahui bahwa Kabupaten Sumenep mempunyai kuliner cita rasa yang enak.

“Dengan festival kuliner itu selain promosi juga sebagai pelestarian agar kuliner Sumenep bisa bersaing dengan makanan modern, karena potensi kuliner luar biasa tidak sama dengan makanan lain,” imbuhya.

Sementara itu, Rangkaian Festival Kuliner Madura di antaranya memecahkan rekor dunia dengan menyajikan 750 porsi kaldu kokot dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (Leprid) di Taman Potre Koneng, Workshop Kuliner di Graha Adi Poday dan Topeng Dalang di LKS.

(**An)

www.beritalima.com