SDN Laok Jang Jang 1 Arjasa Sumenep Hadirkan Kepala Pustu Sebagai Pembina Upacara

oleh -418 views
Upacara bendera di SDN Laok Jang Jang 1 kecamatan Arjasa kabupaten Sumenep Madura

SUMENEP, beritalima.com|Upacara bendera di SDN Laok Jang Jang 1 kecamatan Arjasa kabupaten Sumenep Madura hadirkan kepala Puskesmas Pembantu Laok Jang Jang sebagai pembina upacara pada Senin 20 Januari 2020.

Dalam amanatnya kepala Puskesmas Pembantu Laok Jang Jang Mohammad Zaenal menyampaikan perlunya berperilaku hidup bersih sehat di sekolah dalam rangka mendukung proses belajar mengajar yang maksimal.

“Perilaku hidup bersih dan sehat kita mulai dari hal yang kecil tapi manfaatnya sangat besar,” kata Zaenal.


Salah satunya, kata Zaenal membiasakan mencuci tangan di air yang mengalir dan memakai sabun setiap selesai melakukan pekerjan. Karena penularan penyakit salah satunya ditularkan melalui tangan.

Dia juga menekankan pentingnya anak anak dalam hal memilih jajanan di sekolah. Karena jajanan yang terlalu banyak mengandung penyedap rasa dan pengawet akan mengganggu perkembangan otak dan tulang mudah keropos.

Untuk itu, Zaenal berharap kepada pihak sekolah agar segera menyediakan wastafel di setiap kelas agar semua siswa terbiasa membasuh tangannya di air yang mengalir.

“Untuk menuju sekolah yang bersih dan sehat saya berharap pihak sekolah agar menyediakan wastafel di setiap kelas, atau paling tidak di sekolah ini ada satu wastafel sebagai tempat mencuci tangan yang airnya mengalir, ” harap Zaenal.

Selain itu Zaenal juga berharap agar sekolah menyediakan ruang sanitasi yang bersih, dan proporsional.

” Paling tidak sekolah punya 3 toilet, satu untuk dewan guru, satu untuk siswa laki-laki dan satunya lagi khusus untuk siswi perempuan,” pungkas Zaenal.

Menanggapi hal tersebut, kepala sekolah SDN Laok Jang Jang 1, Abu Fahri, S.Pd, M.Si berjanji untuk segera memenuhi harapan dari kepala puskesmas pembantu Laok Jang Jang tersebut.

“Insya Allah kami akan segera menyediakan wastafel di setiap kelas, paling tidak, satu wastafel dulu di ruang guru. Setelah itu baru nanti kita cicil satu kelas satu. Mengingat anggaran yang terbatas.” jelas Fahri.

Mengenai Sanitasi, lanjut Fahri, pihaknya memang sedang mengusulkan kepada dinas Pendidikan Sumenep untuk mendapatkan ruang sanitasi yang sesuai standar kesehatan.

(**Fach)