Sekilas Melongok Awal Berdirinya Kampung Mendo di Wonosobo

  • Whatsapp

WONOSOBO, beritalima.com | Guna pemberdayaan dan perubahan taraf perekonomian bagi para peternak kambing dilakukan lqngkqh perencanaan pembuatan kampung mendo di dusun Kedungbulu desa Kumejing kecamatan Wadaslintang pada Sabtu, (11/5).

Pertemuan tersebut dihadiri Kades Kumejing, Endar Aditria Kurniawan, pendamping desa, Tholib Hermanto, Inisiator kampung mendo Sigit Budi Martono, dan tekhnik arsitektur kampung mendo, Dilla serta pengusaha muda peternak domba, Muhibin Afton dari dusun Kemiri Kelurahan Wringinanom kecamatan Kertek.

Bacaan Lainnya

Direncanakan Afton yang akan melakukan pembinaan tata cara dalam pengelolaan dan pemeliharaan ternak domba yang baik kepada para sesepuh dusun dan tim cah angon dusun Kedungbulu desa Kumejing kecamatan Wadaslintang.

Sementara itu, inisiator pembuatan Kampung mendo mengungkapkan berawal dirinya mendatangi dusun Kedungbulu desa Kumejing beberapa hari yang lalu dqn melihat banyak peternak kambing di dusun tersebut. Dia langsung berkonsultasi dengan Kades setempat berinisiatif untuk membuat dusun tersebut menjadi Kampung mendo.

Inisiatif yang disampaikannya kepada pihak desa langsung mendapat tanggapan tindakan nyata yaitu pembuatan kandang yang dilakukan oleh sesepuh dusun dan anak muda yang tergabung dalam tim cah angon.

“Saya sangat bangga apa yang dikerjakan mereka. Masyarakat dengan penuh semangat dan keniatan dalam memajukan dusun hingga pemberdayaan lingkungan melalui pememeliharaan domba yang akan dilakukan. Tentunya dimulai dari kecil dan bertahap, sambil berjalan sambil belajar, In Shaa Allah akan menjadi besar.” Ujar Mas tono panggilan Sigit Budi Martono.

www.beritalima.com

Di lain pihak pengusaha muda dan praktisi ternak domba Muhibin Afton berterima kasih atas diikutsertakan dalam perencanaan, pengelolalan, pemeliharaan ternak guna kemajuan desa Kumejing.

Sebagai Praktisi yang sudah berpengalaman beternak dari tahun 2016, dari hanya memelihara 4 ekor domba hingga tahun 2019 menjadi 800 ekor dengan omset Rp 11.000.000, 00 per 2,5 bulan, Afton menjelaskan bagaimana cara pembuatan kandang hingga perawatan, pemeliharaan dan memberi pakan ternak yang baik tanpa harus mencari rumput.

“Dari sini kita harus berusaha merubah pola pikir mereka dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Dalam pemeliharaan ternak pastinya harus melalui proses yang harus dijalani karena sukses butuh proses, semoga tim cah angon ini selalu semangat, istiqomah untuk masa depan yang lebih baik.” Terang Afton.

Selain itu, Kades Kumejing berterima kasih kepada inisiator kampung mendo, praktisi ternak domba, arsitektur dan media beritalima.com yang sudah hadir dalam memotivasi dan membantu memikirkan kemajuan desanya.

“Sebagai Kades, saya sangat bangga dan bersemangat adanya gagasan baru membuat gerakan akar rumput yang dilakukan langsung dari masyarakat dan didukung dari kepemudaan dalam perencanaan menciptakan pekerjaan baru melalui kampung mendo secara mandiri. Semoga sukses hingga merubah taraf hidup yang lebih baik lagi.” Pungkas Endar. (Bufi)

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *