STIKOM Uyelindo Kupang Adakan Seminar Internasional

  • Whatsapp

KUPANG, beritalima.com – Sekolah Tinggi Manajemen Inormatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang mengadakan International Seminar And Conference on Informatics – Information System (Innerie) yang bertemakan “Artificial Intelligence (AI) and ITS Effect on Business and Education Perspective”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula STIKOM Uyelindo Kupang, Sabtu (25/11) dibuka Ketua STIKOM Uyelindo Kupang Marinus I. J. Lamabelawa, S.Kom., M.T., dihadiri seluruh mahasiswa dari berbagai program studi dan dosen.

Seminar yang dilakukan secara daring maupun offline menghadirkan dua narasumber, yakni Jefry Liebertus, S.ST,MA, MBA., Managing Director Of Gunung Mas Group Kupang dan Prof. Dr. David Asirvatham, Executive Dean Faculty Of Innovation & Technology Taylor’s University Malaysia.

Seminar internasional ke-1 ini mengangkat topik di bidang Informatika dan Komputer (infokom) sesuai dengan program studi di STIKOM Uyelindo Kupang.

”Hari ini kita mengadakan seminar internasional, kemudian nanti ada conference. Memang kemarin kita ingin seminar dan conference sekali jalan, tapi karena kita kendala waktu, dan juga dari pihak Timor Leste yang merupakan partnership sehingga ditunda pelaksanaanya, dan conference ini akan dilaksanakan pada Desember atau awal tahun 2024”, kata Marinus Lamabelawa, kepada wartawan di sela-sela seminar tersebut.

Dikatakan Marinus, implementasi dari seminar ini mengambil topik-topik terkait tugas akhir mahasiswa dan penelitian-penelitian dosen di bidang Artificial Intelligence untuk Conference. Kemudian dibukukan dalam sebuah buku yang namanya buku Prosiding Innerie ke-1.

“Jadi hasil seminar dan conference nanti dibukukan termasuk didalamnya pemakalah-pemakalah. Kita targetkan 15 sampai 30 pemakalah, sehingga dalam buku ini dalam penelitian-penelitian dosen bersama mahasiswa atau mahasiswa yang berhubungan dengan topik itu”, tambah Marinus.

Selanjutnya, kedepan kata Marinus, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan Mr. Jefry Liebertus dan Prof. Dr. David Asirvatham, untuk mengirimkan mahasiswa yang melakukan magang maupun dosen yang mau melanjutkan S3 di Malaysia.

Dalam seminar itu, juga menyampaikan beberapa kesimpulan, yaitu pertama, terkait data privasi.

“Kalau kita sudah masuk Artificial Intelligence kita sangat consent data privasi. Kita tahu banyak data privasi kita diambil orang. Karena di zaman Artificial Intelligence semua bisa diambil”, jelas Marinus.

Kedua, tentang etik (ethical consideration). Dimana para mahasiswa diminta saat berhubungan dengan dunia internet harus menjaga etika.

“Artinya, saat berhubungan dengan dunia internet harus menjaga etika, harus memberikan kebijaksanaan, hikmat. Bukan dengan kata-kata umpatan, makian. Dan itu berpengaruh ketika masuk dunia kerja. Itu ada rekam jejak digital. Karena rekam jejak digital tidak akan dihapus. Sekarang perusahaan – perusahaan sudah melihat rekam jejak digital”, ujarnya.

Ketiga, staff training. Untuk masuk ke Artificial Intelligence harus butuh training.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Internasional STIKOM Uyelindo Kupang Semlinda Juszandri Bulan, M.Kom., menambahkan, peserta International Seminar And Conference on Informatics – Information System (Innerie) ke-1 tahun 2023, adalah mahasiswa STIKOM dari seluruh program studi.

Selain itu, juga ada peserta dari kampus lain yang mempunyai program studi Informatika, dan Komputer, yakni antara lain mahasiswa dan dosen dari Timor Leste dan Australia yang mengikuti secara virtual maupun YouTube.

Ia menambahkan, untuk Conference diadakan di Timor Leste pada Januari 2024. (L. Ng. Mbuhang)

beritalima.com

Pos terkait