Targetkan Vaksinasi 100 Persen, Dinkes Banyuwangi Waspadai Musim COVID Varian Baru

  • Whatsapp

BANYUWANGI, beritalima.com – keberadaan virus Covid-19 varian baru B.1.1.1.529 atau Omicron menjadi ancaman bagi masyarakat. Kabupaten Banyuwangi sendiri mewaspadai adanya virus varian baru tersebut, langkahnya dengan cara targetkan vaksinasi hingga 100 persen dan ProKes yang lebih ketat.

Pemerintah Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan mengantisipasi agar virus yang kali pertama ditemukan di Afrika Selatan itu tidak masuk ke kabupaten Banyuwangi

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, virus corona varian baru Omicron sangat berbahaya di karenakan penularannya lebih cepat dibanding sebaran varian Delta yang sebelumnya.

“Kita sebenarnya sudah agak tenang, karena vaksinasi di Banyuwangi sudah diatas 70 persen dan sekarang menjadi level 1. Namun bersamaan dengan pelonggaran pembatasan sosial, kita mendapat kabar yang agak mengejutkan. Varian ini penularannya jauh lebih cepat daripada varian Delta,” katanya (6/12/2021).

Ia mengajak masyarakat untuk lebih waspada dalam penyebaran virus varian baru itu, jangan sampai masyarakat lengah, virusnya lebih ganas ketimbang virus delta, waktu virus corona varian Delta masuk ke Banyuwangi. Rumah sakit sampai penuh, aula dipakai untuk perawatan, sampai tempat-tempat di ruang tunggu juga dipakai.

“Itu varian delta, yang varian baru ini jauh lebih cepat daripada varian delta. Ternyata varian baru tersebut terjadi pada 87 persen yang tidak divaksin. Kita agak tenang karena vaksinasi di Banyuwangi sudah lebih 70 persen,” ungkapnya.

Amir menjelaskan, langkah Dinkes dalam menghadapi varian baru Omicron ini dengan dua langkah, yang Pertama menuntaskan vaksinasi di Banyuwangi dengan target 100 persen. Kedua, tetap penegakan protokol kesehatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, capaian vaksinasi di Banyuwangi per tanggal 1 Desember 2021 telah mencapai 77 persen dosis pertama dan 69,36 persen vaksinasi lansia.

“Kita berharap menjadi 100 persen, karena vaksinasi ini adalah kuncinya. Sebab varian Omicron ini 87 persen terjadi pada mereka yang tidak di vaksin, kekebalan kelompok masih belum terbentuk,” kata Amir.

Amir menambahkan, meski warga telah mendapatkan vaksinasi juga diminta agar tetap berhati-hati. Dikarenakan, varian Omicron juga dimungkinkan 13 persen terjadi pada mereka yang telah divaksin.

“Oleh karenanya, kami meminta agar masyarakat patuh dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker saat beraktivitas,” pintanya.

Pihaknya tidak ingin Banyuwangi terjadi gelombang baru Covid-19 dari varian Omicron. Dikarenakan angka Covid-19 di Banyuwangi kini sangat rendah, hanya ada dua kasus yang aktif.

“Jangan sampai varian baru ini masuk ke Banyuwangi,” tandasnya.

Dinkes Banyuwangi juga telah mempersiapkan diri menghadapi libur Natal dan Tahun Baru. Dimana pada tanggal 24 Desember 2021 seluruh kabupaten menjadi PPKM level 3.

“Kita juga diskusi dengan Satpol PP menghadapi libur Nataru ini. Kita akan perketat lagi untuk operasi kepatuhan protokol kesehatan, menekan mobilitas, terutama juga mengantisipasi varian baru Omicron,” pungkas Amir. (bi)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait