Tinjauan Pasar Properti Indonesia 2017

oleh -208 views

JAKARTA, beritalima.com – Cakupan pasar properti yang tengah ngetrend di beberapa kota besar Indonesia, terhitung sejak tahun 1990 di Jakarta, baik perkantoran, retail, apartemen, maupun hotel. Namun pada pertengahan tahun 1990 an, penjualan perkantoran dan hotel sudah menyebar di Surabaya, Bandung, dan Medan. Sedangkan pada awal tahun 2000 an penjualan hotel di kota – kota besar lainnya di Pulau Jawa. Namun pada pertengahan tahun 2000 an penjualan hotel dibeberapa kota di luar pulau Jawa.

“Properti komersial dikembangkan secara agresif di Jakarta dan kota-kota besar, seperti pada pertengahan 2000 an telah menyebar ke Sulawesi, Balikpapan, dan Yogyakarta, Bali, Semarang, Solo, Pakanbaru, dan Samarinda,” demikian hal itu ditandaskan Tommy H Bastami selaku VP Strategic Advisory dari Coldwell Banker Commercial Indonesia, Selasa (30/5/2017) di JS Luansa Hotel dalam menyikapi market overview 2017.


Lebih lanjut ditegaskan Tommy H. Bastami, Hotel menjadi salah satu sektor yang paling aktif sebagai pariwisata. Bisnis tumbuh secara signifikan di beberapa kota besar. Pusat ritel berkualitas tinggi dan pengembangan kantor mulai disediakan di kota-kota satelit. Apartemen diluncurkan secara agresif di luar Jakarta. Sedangkan tinjauan pasar properti Indonesia, terjadi peningkatan baik perkantoran, retail, apartemen, maupun hotel.

Oleh karena itu dijelaskan dia dari perusahaan Coldwell Banker Commercial yang menjabat sebagai
Head of Strategic Advisory, bahwa situs ekonomi Indonesia, mencakup
indikator ekonomi, telah berdampak, secara signifikan ke Indonesia. Namun dari tinjauan pasar mengantisipasi sejumlah pasokan di kota-kota baru di Tanah Air, seperti perusahaan makanan dan minuman akan terus mendominasi penyerapan permintaan di pusat ritel

Masih lanjut Tommy, tingkat hunian diperkirakan stabil karena kebanyakan pengecer akan terus berkonsentrasi ke gerai yang ada. Di tengah permintaan yang sederhana, persewaan akan meningkat sedikit karena prediksi ekonomi akan membaik.

“Sebagian besar pasokan tambahan baru akan menyediakan komponen gaya hidup di dalam sentra mereka. Selain Bodetabek, Surabaya dan Semarang cukup banyak menjangkau pasar yang lebih aktif daripada yang lain,” imbuhnya. dedy mulyadi