Viral Jenazah Imam Samudra Masih Utuh ternyata Hoax

oleh -34.441 views

TANGERANG, BeritaLima – Dunia medsos Indonesia gempar dengan viralnya video jenazah yang masih utuh dan diklaim sebagai jenazah Almarhum Imam Samudra yang di Eksekusi Mati karena melakukan kegiatan terorisme.

Dalam video berdurasi 3.34 detik tersebut tersebar di berbagai group whats ap dengan tambahan keterangan sebagai berikut :

“Makam imam samudra yg kata ny teroris yg di tembak mati, makam ny di gali kembali krn kena proyek jln tol, tpi masya alloh jasad ny msh utuh dn tersenyum.
Bayanhkan kain kapan nya saja tidak kotor”.


Sepintas wajah yang tampak dalam video tersebut memang mirip dengan wajah Alm. Imam Samudera.

Akan tetapi, saat BeritaLima.com melakukan penelusuran, didapatkan video klarifikasi dari KH. Mulyadi yang disaksikan oleh KH. Sonhaji, Wawan (Saudara Alm. Imam Samudra), Pihak RT, Almaghfiroh (Keponakan Imam Samudra) dan Sdr. Juli. Isi video berdurasi 1.17 detik, sebagai berikut :

“Dengan disaksikan oleh KH. Sonhaji, KH. Mulyadi (saya sendiri) dan saudara Juli, serta Pak RT, Wawan (saudaranya Imam Samudra) dan al-Maghfiroh (keponakan imam samudra) ini adalah makam Almarhum Imam Samudra masih utuh tidak ada tanda tanda digali apalagi dipindahkan, bahwa informasi yang telah beredar adalah Hoax.”

Atas beredarnya video hoax tersebut, Wakil Gubernur DPW LIRA Jawa Timur, Bambang Assraf menghimbau kepada Masyarakat untuk hati hati agar tidak terburu buru share berita/info yang didapatkan dari Medsos apabila belum mengetahui pasti tentang kebenaran sebuah berita, ujarnya.

Ditempat terpisah, Pengasuh PP. “Aula” Roudlotut Tholibin Bangkalan, KHM. Fawaid Abdullah, HR. Berpendapat bahwa Video tersebut sepertinya memang sengaja disebarkan oleh pihak pihak yang berhubungan dengan jaringan terorisme di Indonesia, “Saya meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut aktor yang telah memviralkan video hoax tersebut, karena sangat membahayakan terhadap akidah ummat Islam, jangan sampai hal itu menjadi keyakinan bahwa tindakan terorisme dibenarkan oleh syariat agama” tandasnya. (ass)