JOMBANG, beritalima.com | Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, mengingatkan warga Kabupaten Jombang untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi potensi musim kemarau berkepanjangan yang diprediksi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Pesan itu disampaikan Wiwin saat kegiatan sosialisasi di Aula Bale Tani, Kecamatan Bareng, Jum’at (17/4/2026) siang. Ia menilai, kondisi cuaca saat ini memasuki masa pancaroba yang telah mulai berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Sejak sekarang kita harus mulai bersiap, baik dari sisi kesehatan tubuh maupun kebutuhan sehari-hari. Cuaca yang tidak menentu membuat kondisi tubuh rentan menurun,” ujar Wiwin di hadapan ratusan peserta sarasehan.
Menurut dia, perubahan cuaca yang ekstrem kerap memicu berbagai gangguan kesehatan. Karena itu, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk menjaga asupan makanan dan kecukupan cairan.
Wiwin menyarankan warga untuk rutin berolahraga serta memperbanyak konsumsi air putih, minimal dua hingga tiga liter per hari. Ia menegaskan, kondisi tubuh yang sehat akan berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas aktivitas sehari-hari.
“Tubuh yang sehat akan melahirkan pola pikir yang baik, sehingga kita bisa tetap produktif dalam berbagai aktivitas,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan para petani untuk mulai mengantisipasi kemungkinan terjadinya paceklik. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan menyisihkan sebagian hasil panen sebagai cadangan pangan.
“Petani perlu bijak mengelola hasil panen, termasuk menyimpan sebagian gabah untuk kebutuhan saat musim kering nanti,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyampaikan materi sosialisasi bertajuk “Penguatan Pendidikan Keluarga Berbasis Kearifan Lokal”. Ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter anak.
Menurut Wiwin, di tengah arus globalisasi dan modernisasi, nilai-nilai budaya lokal harus tetap dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman. Ia menilai, penguatan pendidikan berbasis keluarga dapat menjadi benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.
“Keluarga adalah lingkungan pertama bagi anak. Dari situlah nilai-nilai budaya dan karakter ditanamkan. Jika ini kuat, maka anak-anak tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif di lingkungan,” katanya.
Wiwin Sumrambah pun mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tradisi dan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan sosial di tengah perubahan zaman.(Yul)








