Agar Tak Bebani Negara, Fahri Usul Garuda Indonesia Dijual Pada Pegawai

  • Whatsapp

JAKARTA, Beritalima.com– Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah prihatin dengan kondisi keuangan yang dialami, PT Garuda Indonesia, maskapai penerbangan plat merah yang menjadi kebanggan masyarakat Indonesia.

Untuk menyelamatkan Garuda Indonesia, wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini mengusulkan agar pemerintah membuka opsi, menjual Garuda Indonesia ke publik, daripada melakukan penyelamatan.

Hal itu dilakukan agar Garuda tidak merugi terus dan tak pula membebani keuangan negara. “Sudah, dilepas saja. Tetapi penjualannya diprioritaskan ke pegawainya PT Garuda saja. Apa namanya tetap Garuda Indonesia atau Garuda Air, dia tetap disebut flag carrier. Namun, polanya dipegang rakyat Indonesia, bukan negara lagi,” kata Fahri di Jakarta, Selasa (15/6).

Menurut Fahri, bila pengelolaan Garuda Indonesia diserahkan ke rakyat, manajemennya akan lebih baik. Selain itu, apabila  berkembang pesat, bisa membuat kebanggaan tersendiri bagi negara dan bangsa Indonesia di level internasional, karena bisa bersaing dengan maskapai penerbangan dunia.

“Tidak harus aktor negara, banyak anak muda yang bisa bikin bangga di luar negeri. Siapa sangka ada anak dari kampung saya di Lombok sana, namanya Lalu Zohri tiba-tiba mengagetkan dunia punya kecepatan yang bisa mengalahkan pelari lain dari seluruh dunia. Membanggakan dia, bisa¬† berprestasi,” ungkap Fahri.

Artinya, banyak Sumber Daya Manusia yang bisa membanggakan bangsa dan negara Indonesia, tidak harus negara yang turun langsung, asalkan rakyat diberi kesempatan untuk mengelola Garuda Indonesia.

“Yang beli pesawat terbang untuk Garuda dulu, kan bukan pakai uang negara juga, tapi sumbangan rakyat Aceh. Negara tak sanggup, sementara kita perlu cepat terbang karena Indonesia negara kepulauan,” kata dia.

Fahri berharap, Garuda Indonesia tidak bernasib seperti Merpati Airlines, maskapai milik BUMN yang sudah ambruk terlebih dahulu beberapa tahun silam, karena salah pengelolaan dan merugi terus.

Pemerintah, lanjut dia, perlu mencontoh pengelolaan Singapore Airlaines (Singapore), Qatar Airways (Qatar), Ethad dan Emirates (Uni Emirat Arab) yang menghilangkan sama sekali keterlibatan negara dalam pengelolaan maskapai penerbangan di negara mereka.

“Jadi apa salahnya, kalau Garuda sekarang dipegang oleh rakyat Indonesia. Jangan seolah-olah yang bisa membanggakan republik ini hanya negara saja, rakyat juga bisa. Pemerintah cukup menunjukkan mekanisme pasar saja,” demikian Fahri Hamzah.

Seperti diketahui, PT Garuda Indonesia tengah dalam kondisi kesulitan keuangan. Maskapai ini harus menanggung beban mencapai 150 juta dollar AS per bulan, sementara pendapatan hanya 50 juta dollar AS.

Untuk itu, Pemerintah melalui Kementerian BUMN menawarkan empat opsi penyelamatan Garuda Indonesia. Pertama, pemerintah terus mendukung Garuda melalui pinjaman atau suntikan ekuitas.

Kedua, pemerintah menggunakan hukum perlindungan kebangkrutan untuk merestrukturisasi kewajiban Garuda, seperti utang, sewa, dan kontrak kerja. Ketiga, pemerintah akan merestrukturisasi Garuda dan mendirikan perusahaan maskapai nasional baru. Keempat, Garuda akan dilikuidasi dan sektor swasta dibiarkan mengisi kekosongan. (akhir)

 

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait