Bantuan Kurang Tepat Sasaran, Bupati Jember Minta Dinsos Kaji Ulang Manajemen

  • Whatsapp

JEMBER, beritalima.com | Bantuan Sosial (Bansos) dinilai kurang tepat sasaran, Bupati Jember H. Hendy Siswanto meminta Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember mengkaji ulang manajemen.

Pembahasan Bansos untuk warga prasejahtera, menjadi fokus utama Bupati Jember, saat menerima pemaparan program kerja yang disampaikan oleh Dinsos Kabupaten Jember, Sabtu (24/4/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, penerima Bansos masih kurang tepat sasaran. Bahkan, dirinya merasa heran dengan banyaknya jenis bantuan yang diberikan kepada masyarakat, namun kenyataannya, tingkat kemiskinan di Jember masih tinggi.

“Jadi tidak sesuai dengan tujuan utama. Bansos itu diberikan, agar masyarakat dapat memperbaiki keadaan ekonominya,” terangya.

Hendy menyebut, bantuan ini manajemennya kurang tepat. Karena menurut perhitungan, beberapa bantuan yang bermacam-macam seperti PKH, BST, KIS dan lainnya, kalau ditotal nilainya lebih dari Rp.100 Milyar.

“Tapi sampai sekarang, masyarakat masih miskin, ada apa ini,” tanya bupati.

Oleh sebab itu, seluruhnya harus dikaji ulang. Baik dari sisi ketepatan penerima bantuan, juga manajemen penggunaan bantuan.

Dari itu, Dinsos tidak boleh lepas tangan setelah menyalurkan bansos. Artinya, setelah masyarakat menerima bantuan, kemudian Dinsos harus mengawal penggunaannya.

“Kalau semuanya untuk dikonsumsi, masyarakat kita ketergantungan dengan bantuan, lalu kapan mereka sejahteranya,” jelasnya.

Apabila itu dikawal, Hendy menambahkan, lalu masyarakat dibentuk kelompok usaha mandiri, maka bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan.

“Meski tidak sesederhana yang kita pikirkan, namun saya meminta pembenahan sistem ini harus dilakukan,” pintanya. (Sug)

Pos terkait