Beberapa Kades di OKU Keluhkan Papan Monografi

oleh -81 views

Ogan Komering Ulu, Beritalimacom– Setelah Menerima Dana Desa (DD) Tahap I dan II, yang diperioritaskan untuk bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, selain itu diantara dana desa (DD) diperuntukan membeli papan monografi desa, bertujuan untuk menyajikan data dasar keluarga, potensi desa, dan tingkat perkembangan desa data profil desa itu perlu didayagunakan, untuk mendorong perkembangan desa swasembada dan swakarsa sesuai dengan Permedagri Nomor 12 Tahun 2007.

Papan monografi desa juga berguna untuk menyajikan data administrasi pemerintah desa secara menyeluruh, terpadu, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya yang meliputi data umum, data personal, data kewenangan, data keuangan, dan data kelembagaan dalam rangka mewujudkan pemerintahan Desa, yang efektif dan efisien sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2012.

keberadaan papan monografi desa yang ada dikantor desa akan mempermudah akses informasi, untuk dilihat oleh seluruh masyarakat desa secara transparan. Dengan dianggarkan dana desa (DD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), untuk di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan, dana desa digunakan membeli papan monografi desa. Pembelian papan monografi desa dilakukan secara kolektif, seharga Rp.15.000.000 (Lima Belas Juta Rupiah) perdesa, papan monografi tersebut langsung diantar ke masing-masing desa.


Pembelian papan monografi desa yang bergambar logo pemerintah Kabupaten OKU
seharga Rp.15 Juta itu, mendapat sorotan tajam dari beberapa lembaga sosial masyarakat (LSM) yang ada di Kabupaten OKU

Pantauan beritalima.com dilapangan papan monografi desa yang ada di Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten OKU, belum lama dibeli sudah rusak karena kualitasnya sangat buruk, selain itu ada kemahalan harga dalam pembelian papan mongrafi. dan tidak sesuai kalau dihitung berapa harga bahan yang terpakai dan upah jasa pembuatan yang pastinya tidak sampai dengan angka Rp.15 Juta, tentunya hal itu menjadi pertanyaan besar

Menurut salah seorang Kepala Desa (Kades) yang namanya enggan dimediakan merasa kecewa, dengan papan monografi yang dibelinya kepada pihak rekanan.

“Ada 7 tujuh desa di kecamatan Ulu Ogan, yang membeli papan monografi desa belum lama sudah rusak, dan sebagian papan monografi sudah terkelupas, sedangkan harganya mahal tapi kulitasnya buruk,” ujar kades tersebut kecewa.

Masih menurut dia papan monografi desa itu dikira bagus apalagi harganya Rp.15 juta yang jelas pasti kualitasnya bagus, namun kenyataannya buruk.

“Saya benar-benar kecewa membeli papan monografi seperti itu, kalau tau lebih baik saya tidak beli, dikembalikan lagi juga tidak bisa,” keluhnya. Kamis (24/11) kepada beritalima.com

[Ariyan]