Biar Dinamika di Masyarakat Dislesaikan Sipil, Jazuli: TNI Jangan Terjebak Politik Praktis

  • Whatsapp

JAKARTA, Beritalima.com– Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Dr H Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap serta bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik yang terjadi di masyarakat belakangan ini.

Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi Pertahanan serta Luar Negeri itu mengingatkan agar TNI selaku alat pertahanan negara jangan sampai terjebak dalam politik praktis karena hal ini menjauh atau menyimpangi dari semangat reformasi.

“Reformasi telah menempatkan TNI sebagai kekuatan pertahanan untuk menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tugas utama TNI perang melawan musuh yang mengancam kedaulatan negara, kelompok sparatis dan kekuatan asing yang menggangu sehingga mohon jangan sampai sikap, kata dan tindakannya terjebak politik praktis menyangkut dinamika politik di dalam masyarakat,” ungkap Jazuli.

Itu dikatakan Jazuli dalam keterangan pers yang diterima Beritalima.com, akhir pekan kemarin. “Biar dinamika yang terjadi diselesaikan otoritas sipil. Soalnya, dinamika itu menyangkut rakyat sendiri yang merupakan anak kandung NKRI. Kalau ada pelanggaran ketertiban dan keamanan, ada Pemerintah Pusat, Daerah dan aparat kepolisian sebagai penegak hukum,” kata dia.

Menghadapi gejolak dinamika rakyat yang menyampaikan aspirasi, papar wakil rakyat dari Dapil II Provinsi Banten itu, berbeda pendapat dengan Pemerintah atau merasa diperlakukan tidak adil, tidak perlu dengan unjuk kekuatan negara, apalagi kekuatan perang TNI. “Cara seperti tersebut bisa menimbulkan bias persepsi atas tugas pokok dan fungsi TNI sehingga wajar dikritik banyak pihak, tokoh masyarakat hingga civil society,” ungkap Jazuli.

Polistisi senior ini kembali menegaskan tupoksi TNI itu untuk perang, melawan kelompok sparatis dan menjaga kedaulatan wilayah NKRI dari ancaman kekuatan asing. Sementara rakyat adalah anak kandung NKRI yang harus dilindungi, didengar dan diberdayakan. Betapapun mereka berbeda pendapat, politik, tetapi mereka tidak pernah membangkang apalagi melawan negara (sparatis).

Menurut kami, lanjut Jazuli, dinamika politik di masyarakat itu wajar saja. Karena itu, jangan disikapi berlebihan. Mereka bagian dari rakyat yang seharusnya diajak bicara secara dialogis, hati ke hati tanpa kecurigaan berlebihan apalagi dilabelisasi.

“Apalagi mereka juga kerap bersikap tegas terhadap segala ancaman atas NKRI dan terdepan dalam upaya penanggulan bencana. Seharusnya kita optimis bisa saling bersinergi dan bukan saling unjuk gigi,” demikian Dr H Jazuli Juwaini. (akhir)

beritalima.com

Pos terkait