Deklarasi 100% Pilah Sampah, Wamen LH: Pilah Sampahnya Tidak Baik WtE nya Tidak Optimal  

  • Whatsapp

Jakarta | beritalima.com – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengapresiasi Walikota Jakarta Utara telah melaksanakan percontohan Gerakan Pilah Sampah (GPS) dimulai dari Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Kota Administrasi Jakarta Utara. Walikota Jakarta Utara diwakili Wakil Walikota beserta jajarannya Deklarasi Jakarta Utara 100% Pilah Sampah.

Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yang ditargetkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk memilah sampah sampai dengan tahun 2029 sudah 100%. Kementerian Lingkungan Hidup dikatakan Wamen LH, telah berupaya meningkatkan target pengelolaan sampah yang salah satunya pemilahan sampah dari hulu dan tidak diselesaikan dihilir.

“Nanti kita akan menutup open dumping pada akhir bulan Juli sehingga pada 1 Agustus dari 172 TPS yang ada harus diselesaikan. Menurut Wamen LH Diaz akan mengangkat prosentasi pengelolaan sampah dari angka 27% menjadi 57%,” ujar Wamen LH Diaz saat doorstop usai sambutan di RDF Rorotan, Cilincing, Sabtu (18/4/2026).

Diakui Wamen terhadap Walikota Jakarta Utara dan Dinas Lingkungan Hidup telah diberikan ember dan drop point diberikan kepada ibu rumah tangga untuk mengolah sisa dapur agar ditaru di Lodong Sisa Dapur (LOSIDA) yang diletakkan di lorong lorong yang nantinya akan ditaru di TPS3R.

“Sisa olahan dapur ini diolah menjadi bubur dicampur dengan molase dan pupuk cair lalu diberikan kepada pakan ternak,” terang Wamen.

Diharapkan Wamen, memilah sampah tidak saja di Kelurahan Rorotan akan tetapi ke seluruh kelurahan/desa seluruh Indonesia. Jadi dengan memilah sampai seperti ini tandasnya, akan masuk pada Pengelolaan Sampai menjadi Energi Listrik (PSEL).

“Semoga saja bisa selesai dalam jangka 2 – 3 tahun karena tanpa pengelolaan sampah dengan baik di hulu PSEL pun akan mengalami hambatan. Oleh karena itu diupayakan masyarakat agar PSEL atau Waste to Energy (WtE) tidak akan berjalan optimal jika pengelolaan sampah di hulu, pemilahan sampahnya tidak dilakukan dengan baik,” pungkas Wamen.

Jurnalis: dedy

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait