SURABAYA, beritalima.com | Tepat di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Kepelabuhanan (STIAMAK) Barunawati Surabaya gelar Dies Natalis ke-36 sekaligus melaunching STIAMAK Business Center (SBC) di Gedung Graha Barunawati Surabaya. Kegiatan ini membuktikan bahwa STIAMAK terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan di bidang logistik maritim.
Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya, Assoc Prof. Dr. Gugus Wijonarko MM iCPM, mengatakan, saat ini STIAMAK telah mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran berbasis penelitian yang terintegrasi dengan karakter institusi.
“STIAMAK siap menjadi lembaga pendidikan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang logistik maritim. STIAMAK telah mulai mengembangkan model pembelajaran inovatif dan keilmuan, pembelajaran berbasis penelitian yang terintegrasi sesuai karakter STIAMAK, yakni mandiri, berintegritas dan kompeten, serta meningkatkan produktivitas karya ilmiah, HaKI dan paten,” ujar Gugus di sela acara.
Ia menambahkan, inovasi juga dilakukan melalui pemanfaatan informasi dan simulasi teknologi, salah satunya pada mata kuliah manajemen operasi kepelabuhan dengan menggunakan hibah iSTOW dari ITS.
“Pemanfaatan hibah iSTOW dari ITS sangat bermanfaat untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, perencana kapal, dan mandor kapal dalam mengatur keseimbangan muatan kapal yang berdampak pada keselamatan pelayaran. Kegiatan ini akan terus kita lanjutkan melalui sinergi Stiamak-ITS untuk pelatihan profesional iSTOW,” jelasnya.
Dari sisi akademik, capaian publikasi ilmiah juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sepanjang tahun ini tercatat sebanyak 1.408 artikel telah terpublikasi, dengan 12 artikel terindeks Scopus dan dua lainnya dalam tahap publikasi. “Jumlah sitasi karya ilmiah Google Scholar mencapai 4.625 termasuk sitasi Scopus, dan terus meningkat seiring bertambahnya penerbitan publikasi ilmiah bereputasi dari sivitas akademika STIAMAK,” kata Gugus.
Selain itu, STIAMAK juga memiliki dua jurnal, dengan satu jurnal telah terindeks SINTA, dan satu jurnal pengabdian kepada masyarakat yang masih dalam proses. Pada tahun 2026, institusi ini juga mencatatkan 47 hak cipta dan empat paten sederhana yang terdaftar melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Kolaborasi dengan dunia industri juga diperkuat, salah satunya bersama PT Pelindo dan PT Surya Hedona Lembayung dalam pengembangan prototipe Talent Nexus berbasis integrasi kecerdasan buatan dan psikologi untuk meningkatkan kinerja karyawan. “Kolaborasi ini berhasil mengembangkan satu prototipe Talent Nexus berbasis kecerdasan buatan dan psikologi untuk meningkatkan kinerja karyawan,” ujarnya.
Di sisi kelembagaan, STIAMAK juga terus memperkuat kualitas melalui peningkatan akreditasi dan penguatan sistem penjaminan mutu. Saat ini, lembaga akreditasi dan program studi telah mencapai predikat “Baik Sekali”, yang turut berdampak pada meningkatnya jumlah pendaftar sejak tahun 2024 hingga 2025.
Namun demikian, Gugus mengakui adanya tantangan baru dalam sistem penilaian akreditasi dari BAN-PT yang kini berbasis sembilan kriteria luaran. “Kami menghadapi tantangan dalam mempertahankan capaian akreditasi, seiring dengan perubahan sistem penilaian BAN-PT. Untuk itu, kami mendorong dan memfasilitasi penuh program studi untuk melakukan akreditasi serta memperkuat kapasitas Satuan Penjaminan Mutu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gugus menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) di tengah perubahan lanskap industri dan ketenagakerjaan yang semakin cepat. “Di era yang terus berubah ini, kompetensi dan kapabilitas SDM adalah aset utama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan keterampilan yang dimiliki hari ini untuk menjawab tantangan masa depan,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi industri manufaktur Indonesia yang menghadapi tekanan akibat perlambatan ekspor dan gangguan rantai pasok global, serta meningkatnya angka PHK hingga April 2026, menuntut adanya strategi adaptif melalui peningkatan keterampilan.
Menjawab tantangan tersebut, STIAMAK meluncurkan Business Center by Stiamak yang terdiri dari Pusat Bahasa dan Pusat Pelatihan Profesi. “Peluncuran Business Center ini merupakan bukti komitmen kami dalam menciptakan budaya pembelajaran yang berkelanjutan. Professional Training Center dirancang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengasah keterampilan praktis dan membentuk karakter yang adaptif,” jelas Gugus.
Ia menyebutkan, program tersebut menawarkan kurikulum terintegrasi berbasis kebutuhan industri, instruktur dari kalangan praktisi, serta fasilitas laboratorium modern untuk mendukung pembelajaran interaktif.
Peluncuran ini juga memiliki makna strategis karena bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. “Momentum ini menjadi bentuk penghormatan kepada Ki Hajar Dewantara sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mendorong inovasi, dan membangun generasi cerdas berkarakter,” ujarnya.
Gugus berharap, kehadiran Business Center tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak talenta unggul dan meningkatkan produktivitas. Saya berharap Business Center by STIAMAK ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mencetak talenta unggul dan membawa dampak positif bagi kemajuan institusi secara keseluruhan,” tutupnya. (Gan)
Teks Foto: Dies Natalis ke-36 STIAMAK Barunawati Surabaya, dan peluncuran SBC di Surabaya, Sabtu (2/5/2026)








