Kediri, beritalima.com – Pemerintah Kabupaten Kediri Melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menyampaikan langsung program strategis untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah melalui Gerakan 1 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK )1 Anak Tidak Sekolah( ATS ).
Ditemui langsung di sela acara rapat MKKS SMP Negeri se Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin menjelaskan bahwa program ini menggerakkan seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) untuk aktif turun ke lapangan.
“Hari ini kita melanjutkan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional dengan mengadakan kegiatan Gerakan Satu GTK Satu ATS. Artinya, semua guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Kediri wajib mengunjungi, menemukan anak-anak yang belum sekolah, dan mengembalikannya ke sekolah,” jelasnya, Senin (4/5/2026).
Program tersebut dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 31 Mei, dengan target capaian yang cukup ambisius. Saat ini, angka anak tidak sekolah di Kabupaten Kediri berada di kisaran 6.100 siswa.
“Harapannya dalam satu bulan ini angka tersebut bisa turun signifikan, minimal menjadi sekitar 2.000 sampai 3.000 siswa,” terangnya.
Mohkamat Muhsin, ia menambahkan bahwa upaya ini tidak hanya bersifat penanganan, tetapi juga pencegahan.Menjelang dan pasca pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pihaknya akan melakukan deteksi dini terhadap siswa yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan.
“Guru-guru diharapkan bisa mendeteksi sejak dini, khususnya siswa kelas akhir seperti kelas 6 SD, siapa saja yang berpotensi tidak melanjutkan sekolah,”imbuhya.
Menurutnya, faktor ekonomi masih menjadi salah satu penyebab utama anak tidak melanjutkan pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai bentuk dukungan.
“Kalau kendalanya karena ekonomi, misalnya tidak mampu membeli seragam atau kebutuhan sekolah lainnya, maka akan kita bantu melalui beasiswa maupun bantuan perlengkapan sekolah,” tegasnya.
Dengan langkah terstruktur dan kolaborasi seluruh pihak, Mokhamat Muhsin optimistis angka anak tidak sekolah dapat ditekan secara signifikan.
“Harapan kami, pada bulan Agustus nanti tidak terjadi peningkatan angka anak tidak sekolah, karena potensi tersebut sudah kita antisipasi sejak dini,” pungkasnya.
Program ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak dan merata.(jar)








