beritalima.com

Eksistensi Bisnis Batik Rato ditengah Pandemi Covid 19

  • Whatsapp

SUMENEP, beritalima.com| Pandemi virus corona (Covid-19) telah memberi dampak yang signifikan bagi berbagai pihak, termasuk para wirausahawan muda. Namun, sebagai pelaku usaha, tak sedikit diantara wirausahawan tersebut yang justru menjadikan tantangan tersebut sebagai peluang.

Batik Rato WMS ( Wirausaha Muda Sumenep) yang selama ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pelaku usaha dan masyarakat kabupaten Sumenep secara umum. di saat Pandemi Covid 19, telah menurun drastis baik pesanan maupun giat – giat promosi yang sebelumnya gencar meramaikan event di kabupaten Sumenep.

Bacaan Lainnya

Namun, semua itu tidak membuat kendo semangat manajemen batik rato. pihaknya terus mencari celah cara berbisnis agar “batik rato” terus berjalan, walaupun kondisinya yang lumayan alot.

“Maka selama Pandemi ini, selain kolega dan mitra kerja yang sudah terjalin selama ini, batik rato menggunakan medsos (media sosial) sebagai jejaring untuk terus mempromosikan batik buatan Wirausaha Muda Sumenep”, kata Junaidi Manajer produksi batik rato WMS Sumenep, Rabu 21 Oktober 2020.

Junaidi mengakui bahwa pandemi telah secara dramatis mengubah cara manusia bekerja dan hidup. Sehingga kita harus mengatur ulang strategi dan mengambil tindakan untuk mengantisipasi perubahan permintaan.

Uang dan peluang masih ada, tetapi prioritas telah berubah, jadi kita harus menyesuaikan model bisnis kita termasuk melibatkan berbagai komunitas, dan merubah pola jual dengan discont dan peruntukan lainnya yang dapat membuat pembeli kepincut dan merangsang kembali keinginan memakai batik Rato WMS. “Karena setiap ada usaha, disitulah ada jalan”, ungkap Junaidi penuh keyakinan.

Untuk diketahui, selain batik rato, produk WMS bidang konveksi yang paling banyak diminati pasar, kata Junaidi antara lain produksi kaos polos, kaos oblong, dan kaos training. Tak kalah laris juga produk konveksi bordir, seperti bordir songkok dan baju.

“Untuk saat ini yang paling banyak pesanan adalah Masker. Mengingat Masker adalah kebutuhan pokok yang dipakai sehari – hari saat berada diluar rumah”, pungkas Junaidi.
(An)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait