Fasilitas Ponten Umum Terminal Nganjuk, Dinilai Jorok

oleh -50 views

NGANJUK, beritalima.com- Sarana umum berupa Ponten (toilet) di terminal Anjuk Ladang, Nganjuk, Jawa Timur, dinilai banyak pihak, jorok. Bahkan juga menimbulkan bau tak sedap.

Menurut wakil ketua LSM FPBI Nganjuk, Sutrisno, banyak pengguna jasa toilet umum ini yang mengeluhkan tentang hal tersebut. Termasuk warga sekitar.

www.beritalima.com

“Warga sekitar sangat terganggu oleh bau yang tak sedap,” kata Sutrisno, Selasa 23 April 2019.

Menurutnya lagi, ini merupakan keteledoran pengelola toilet terminal lama. Karena ada tempat penampungan kotoran yang sudah penuh, namun tidak dikuras. Sehingga isinya meluber dan ditengarai mengalir ke saluran irigasi pertanian yang kebetulan berdekatan dengan lokasi.

Salah satu pengelola Ponten, Wito (50), menampik jika bau tak sedap tersebut akibat melubernya kotoran yang mengalir ke saluran irigasi.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Kotoran dan bau selokan dan parit bagian belakang terminal bukan bersumber dari rembesan atau melubernya tempat penampungan toilet. Tapi dari kotoran air kencing orang yang buang air kesembarangan. Selain itu, orang yang membuang kotoran sembarangan juga banyak,” dalih Wito.

Wito mengaku, jika pihaknya tiap tiga bulan sekali menguras tempat penampungan. Bahkan ia mengaku juga telah bekerjasama dengan provinsi untuk mengelola ponten umum di beberapa lokasi di Nganjuk.

Namun menurut penjaga toilet, Suprapto ( 60), sebelum hingga usai pemilu, tidak pernah ada pengurasan.

“Sampai hari ini, (Selasa 23/4) belum dikuras,” terang Suprapto, yang mengaku digaji Rp.800 ribu tiap bulan.

Sementara itu Kepala Seksi Daerah Operasional Kediri di terminal Nganjuk, Eko Irwanto, menjelaskan, di terminal Nganjuk tidak ada pengelola toilet umum.

“Karena sejak kewenangan pengelolaan terminal diambilalih provinsi, dan sejak dibangun sebenarnya semua bangunan ini harus rata dengan tanah. Tapi mengingat untuk fasilitas umum (fasum), mushola dan ponten umum masih dioperasikan. Dengan catatan harus dijaga kebersihannya. Soal pungutan biaya, disarankan suka rela dan tidak memaksa,” terang Eko Irwanto, dengan didampingi Kepala UPTD Terminal Nganjuk. Sutiyono.

Menurutnya lagi, sebenarnya pihaknya pernah menutup pelayanan toilet selama beberapa hari karena sering mendapat laporan dan keluhan dari masysarakat soal pungutan yang mahal serta jorok dan berbau.

“Namun karena pertimbangan pelayanan umum, ya terpaksa sementara kita buka lagi. Nanti akan lebih kita tingkatkan layanannya dengan layanan terpadu di terminal yang baru,” pungkasnya. (Adi).

Ket.Foto: Sutrisno. www.beritalima.com

www.beritalima.com