Jakarta, beritalima.com|- Ribuan penggemar klub sepakbola internasional Barcelona dengan kaos khas warna garis biru dan merah padati Stadion Utama Geloka Bung Karbno (SubGBK) di Jakarta (18/4) guna menyaksikan laga Barcelona Legends versus DRX World Legends.
Pertandingan menarik yang dimenangi Barcelona Legends dengan skor 3-0, sangat menghibur para pecinta olahraga sepakbola. Karena sebagian besar pemainnya adalah bintang top internasional yang banyak penggemarnya di Tanah Air.
Sebut saja di Barcelona Legends ada Rivaldo, Martin Montoya, Phillip Cocu, Vitor Baia, dan Ricardo Quaresma, sementara DRX World Legends menampilkan Alessandro Del Piero, David Silva, Frank Ribery, Keisuke Honda, serta Ronaldo Nazario dan masih banyak lagi lainnya.
Sejak peluit awal, Barcelona langsung memaksakan identitas mereka. Skema tiki-taka yang menjadi warisan filosofi klub diperagakan dengan rapi, membuat DRX lebih banyak terkurung di wilayah sendiri. Namun dominasi penguasaan bola tersebut sempat terlihat “steril”—indah dipandang, tetapi minim penyelesaian akhir di fase awal laga.
Di sisi lain, Franck Ribéry menjadi titik terang bagi DRX. Pergerakannya di sisi kiri beberapa kali merepotkan lini belakang Barcelona. Sayangnya, upaya individu tanpa dukungan kolektif membuat serangan DRX mudah dipatahkan. Ketimpangan organisasi permainan terlihat jelas—DRX terlalu bergantung pada momen, bukan sistem.
Laga sempat menghadirkan ketegangan ketika kiper Jesús Angoy nyaris melakukan blunder fatal. Bola hasil tinjuannya justru mengarah ke gawang sendiri, beruntung situasi cepat diamankan. Momen ini menjadi pengingat bahwa bahkan dalam laga eksibisi, kesalahan elementer tetap bisa terjadi.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-35. Rivaldo membuka keunggulan lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan silang Juan Pablo Sorín. Di babak kedua, DRX mencoba keluar dari tekanan. Namun alih-alih bangkit, justru kembali dikepung efektivitas Barcelona. Pergantian wasit dari Pierluigi Collina ke Yudi Nurcahya menjadi selingan unik, meski tidak berpengaruh signifikan terhadap jalannya pertandingan.
Gol kedua lahir pada menit ke-53 melalui Jonathan Soriano yang memanfaatkan umpan terobosan dengan cerdas. Dominasi Barcelona ditutup pada menit ke-68. Cristian Tello mencetak gol ketiga setelah menerima umpan matang Javier Saviola. Skor 3-0 menjadi penegas bahwa laga ini bukan sekadar nostalgia, tetapi juga demonstrasi efektivitas.
Meski demikian, kemenangan ini tetap menyisakan ruang evaluasi. Barcelona memang unggul dalam penguasaan dan efisiensi, tetapi sempat kehilangan ketajaman di fase awal. Sementara itu, DRX World Legends harus bercermin—ketergantungan pada aksi individu tanpa struktur permainan yang jelas membuat mereka sulit bersaing, bahkan dalam laga bertajuk hiburan.
Jurnalis: rendy/abri








