beritalima.com

Komunitas Badak 764 Merajut Silaturahmi Masyarakat Pemerintah TNI Dan POLRI Bangun Sistem Keamanan

  • Whatsapp

LUMAJANG,beritalima.com- Gebyar 3 Tahun Mengabdi, diperingati Komunitas Badak (Barisan Delegasi Kamling) 764. Acara ini adalah dalam rangka memperingati hari ulang tahun Komunitas Badak yang ketiga, dengan tema “Merajut Silaturahmi Masyarakat Pemerintah TNI dan POLRI Dalam Membangun Sistem Keamanan Lumajang”, Sabtu malam (25/07/2020).

Bertempat di kelurahan Jogoyudan, kecamatan Lumajang, kabupaten Lumajang, HUT Komunitas Badak 764 diselenggarakan. Badak adalah nama komunitasnya, dan angka 764 adalah jalur frekuensinya. Dikatakan ketua penyelenggara Moh Nasir Iksan (aba Yeyen) dalam sambutannya, bahwa berdirinya komunitas Badak 764 adalah bertujuan untuk menciptakan Lumajang aman kondusif dan terkendali. Berdirinya tersebut berawal dari hubungan jalur HT yang berjumlah 10 orang. Asal muasal dari omong ke omong akhirnya terciptalah komunitas Badak 764 ini.

Bacaan Lainnya

“Kenapa kita ambil nama Badak, karena Badak ini adalah hewan yang paling kokoh bercula satu, tujuannya hanya satu menciptakan Lumajang aman kondusif dan terkendali. Sehingga terciptalah komunitas Badak 764 ini. Kami dari komunitas Badak 764 ini siap untuk membantu apapun yang ditugaskan dan diamanatkan kepada kami, baik dari pemerintah atau sosial kru Badak siap melaksanakan perintah demi kebersamaan untuk mensukseskan apa yang diinginkan Lumajang”, ungkap aba Yeyen.

AKP Totok selaku kasat Binmas polres Lumajang mewakili kapolres Lumajang yang tidak bisa hadir mengatakan, bahwa Badak 764 adalah merupakan delegasi barisan siskamling. Dalam hal ini dirinya adalah mewakili kapolres yang tidak bisa hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. “Kami bersama pak Darmanto selaku kapolsek kota mewakili bapak kapolres untuk menghadiri hari ulang tahun Badak 764 yang ketiga ini. Saya berdiri di acara Badak ini sudah 2 kali ini, yang pertama saat saya menjadi kapolsek Tekung dan pada hari ini dalam acara ulang tahun Badak ketiga”, ujar Totok.

“Saya tahu Badak ini adalah Icon, dari tahun ke tahun perkembangannya sangat cepat, pengikutnya tambah banyak. Badak selalu hadir dalam acara operasi, ini adalah partisipasi masyarakat terhadap pemerintah. Parmas (partisipasi masyarakat) sebagai komunitas masyarakat, Badak ini terhadap kepolisian sangat erat hubungannya, secara sukarela membantu tugas-tugas kepolisian. Komunitas Badak ini sering membantu komunikasi, bahkan sarana dan prasarana poskamling sebagai barisan delegasi keamanan lingkungan. Hal ini sangat bagus sekali, karena partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan”, tambah Totok.

“Kemampuan polisi di Lumajang ini sangat minim sekali tanpa partisipasi masyarakat, karena personil polisi di Lumajang sangat minim jumlahnya dibanding anggota TNI. Sehingga pimpinan kita 2 tahun yang lalu membentuk Satgas Keamanan Desa (SKD), keberadaan Badak 764 ini sangat membantu kegiatan kita. Alat utama Badak 764 adalah HT (Handy Tolky), sebagai alat menyampaikan informasi setiap ada kejadian. Karena di Lumajang sangat rawan begal dan pencurian sapi”, jelas Totok.

Masih kata Totok, “Dengan adanya SKD ini kedepan kejadian-kejadian sudah agak berkurang, dan dengan dibentuknya Kampung Tangguh Semeru yang terdiri dari tiga pilar yaitu Polisi, TNI dan Masyarakat. Maka kita dukung program KTS ini, karena program KTS ini adalah berbasis problem orientade police, sehingga permasalahan dibawah bisa teratasi. Yang tadinya ada Tim Cobra, Tim Tangguh sekarang pimpinan yang baru ini ada Tim Kuro, lambat tapi pasti. Kura-kura itu jalannya lambat tapi pasti, kuat silaturahmi, kuat roso dan kuat rogo. Kalau kami sering melakukan silaturahmi (one day – one door) maka kami akan selalu mendapatkan informasi dari masyarakat”, pungkas Totok. (Jwo)

beritalima.com beritalima.com

Pos terkait