LSM Sambaco Situbondo Ajarkan Nelayan Budidaya Kepiting Bakau

  • Whatsapp

SITUBONDO, beritalima.com – Sektor kelautan dan perikanan saat ini di Kabupaten Situbondo sedang mengalami problem penurunan produksi ikan, hasil tangkapan nelayan di beberapa daerah yang tersebar di Situbondo turun drastis beberapa bulan belakangan ini yang mengakibatkan nelayan sulit berburu ikan, sehingga taraf hidup mereka semakin menurun.

Rupanya keluhan kehidupan nelayan yang masih identik dengan kemiskinan sudah lama menjadi perhatian LSM sambaco, melalui project SGF (small grant facility) bekerjasama dengan MFF (mangroves for future) indonesia membantu masyarakat nelayan di Desa Tanjung pecinan Kecamatan mangaran mengembangkan budidaya kepiting bakau.

Ketua LSM Sambaco Zainal Aliy Musthofa mengatakan progaram Budidaya kepiting ini bertujuanya agar nelayan dan masyarakat pesisir lebih memiliki diversifikasi penghasilan di saat pantai tidak bersahabat untuk melaut, lebih lanjut LSM Sambaco juga berharap Pemerintah daerah mulai melakukan politicall will ke arah pengembangan kepiting pada warga pesisir.

“Dengan budidaya kepiting bakau ini juga membuat warga akan lebih menjaga mangrove di sekitarnya yang menjadi habitat kepiting,”ujar Zainal

Dalam program ini LSM sambaco membantu warga dengan menebar 2 kwintal bibit kepiting, Modelnya dengan metode penggemukan di keramba. Dalam waktu 15 hari atau maksimal 2 bulan mereka akan panen kepiting. Sedangkan harga jualnya bisa mencapai Rp 95 rb per kilogram.

“Prospek kepiting di situbondo untuk budidaya cukup bagus mengingat banyak daerah muara dan tambak yang bagus untuk budidaya kepiting bakau, diharapkan juga metode ini mampu menambah penghasilan bagi para nelayan di tengan musim paceklik dan cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini,” Papar Zainal

Terlihat nelayan dan warga sekitar begitu antusias menerima dan menyimak teknik penggemukan kepiting yang di paparkan oleh ahli LSM Sambaco,”Selama ini, mereka menangkap kepiting langsung dan dijual kepada penampung. Kami berharap upaya ini, bisa membantu ekonomi mandiri dan juga upaya konservasi hutan bakau yang ada,”Kata Zainal lebih lanjut.(**/JOE)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *