Mahasiswa Unair Studi di Kampus Politik Top 3 Dunia, Kampusnya Para Presiden di Prancis

  • Whatsapp

SURABAYA, Beritalima.com|
Indonesian International Student Mobility Awards (ISMA) merupakan salah satu program pemerintah yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar selama satu semester di kampus luar negeri.

Menjadi peserta IISMA menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Demikian dengan Arya Ahmad Afani, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Airlangga (Unair).

Melalui IISMA, Arya berkesempatan mengikuti study outbound di Sciences Po Paris, Prancis. Mahasiswa FISIP UNAIR itu telah memulai perkuliahan sejak Agustus dan akan berlangsung hingga Desember mendatang.

Kampus Para Presiden
Memiliki peringkat top 3 di dunia dalam bidang politik menjadikan Arya memilih Sciences Po Paris sebagai kampus tujuannya dalam program IISMA. Terlebih, lima dari delapan mantan presiden, bahkan Emmanuel Macron presiden saat ini merupakan alumni dari kampus tersebut.

Seperti kampus pada umumnya, seluruh mahasiswa juga mengikuti orientasi. Namun uniknya para peserta wajib memakai pakaian tradisional dari negara asalnya. Tak tanggung-tanggung, acara itu turut dihadiri Walikota Le Havre yang pernah menjabat sebagai perdana menteri Prancis 2017-2020, Édouard Philippe. Eduaord sendiri merupakan salah satu alumni Sciences Po Paris.

Kegiatan belajar di Sciences Po Paris terdiri dari tiga jenis. Yaitu, lecture dimana mahasiswa mendapatkan pembekalan materi untuk kelas seminar. Kedua yaitu kelas seminar atau kelas yang wajib mahasiswa ikuti dengan jumlah yang lebih sedikit. Serupa dengan seminar, di kampus ini juga mengadakan workshop yang bersifat optional.

“Salah satu hal terbaru yang saya dapatkan adalah pengalaman belajar bersama mahasiswa terbaik di Prancis. Semua mahasiswa di sini memiliki antusiasime tinggi untuk belajar dan sangat suportif satu sama lain,” ucap Arya.

“Diskusi dalam kelas juga sangat aktif dan dinamis karena setiap mahasiswa selalu melakukan readings terlebih dahulu sebelum kelas dimulai. Saya jadi terpacu untuk keep up dengan dinamika pembelajarannya,” imbuh
mahasiswa FISIP Unair itu.

Selain itu, para mahasiswa diajak untuk historical tour ke Rouen yang merupakan tempat Joan d’Arc dieksekusi dan tour ke desa Montivilliers untuk belajar berinteraksi dengan para native speaker.

Perkaya Perspektif Global
Bagi Arya, Program IISMA berperan penting dalam upaya mencapai karir impiannya. Pengalaman ini memupuk kompetensi budaya, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan bahasa, sehingga meningkatkan daya saing dirinya untuk berkarir sebagai diplomat.

Dengan keterlibatannya dalam sistem dan budaya pendidikan di luar negeri, Arya berharap dapat memperkaya perspektif secara global. Ia juga berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap almamater dan Indonesia secara signifikan.

“Semoga cerita saya dapat memotivasi banyak mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di luar negeri,” tutupnya pada akhir wawancara. (Yul)

beritalima.com

Pos terkait