Petani Tomat Kawasan Gunung Putri Mengeluh Panennya Kurang Maksimal

  • Whatsapp
dpp ppp

LEMBANG, beritalima.com | Beberapa hari ini para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Sayuran Gunung Putri, desa Jayagiri, Lembang, Jawa Barat panen hasil pertaniannya berupa tomat.

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Sayuran Gunung Putri mengungkapkan dari tahun ke tahun hasilnya kurang maksimal. Saat ini petani tomat di wilayahnya hampir selalu membuang tomat hasil panen yang berkualitas rendah dan tidak lolos sortir. Tomat-tomat tersebut dibiarkan membusuk di lokasi penyortiran hasil panen.

Bacaan Lainnya

“Tomat kecil dan keriput yang dihasilkan petani membuat volume hasil panen yang dapat dijual menurun. Bahkan kerusakan buah tomat pernah mencapai angka 50 persen dari total hasil panen dari seluruh lahan yang ditanami tomat.” Ungkap Adi.

Adi juga mengungkapkan bahwa petani di wilayahnya juga membutuhkan bantuan irigasi guna mengairi lahan pertanian di kawasan gunung Putri.

“Pipa yang dibutuhkan untuk irigasi sepanjang 6 Km, saluran ini sangat dibutuhkan para petani di Gunung Putri untuk pengairan pertanian sayuran mereka,” jelas Adi.

Permasalahan lain yang dihadapi para petani di kawasan ini, disampaikan salah satu sesepuh petani di kawasan Gunung Putri. Abah mengungkapkan pentingnya pendampingan terhadap para petani sebagai salah satu upaya peningkatan dan pemberdayaan masyarakat pertanian. Dari mulai pendampingan proses tanam hingga pendampingan pasca panen.

“Kami berharap kedepan diadakan penyuluhan dan pelatihan lebih lanjut guna wawasan kami lebih terbuka yang berdampak pada kesejahteraan para petani dan masyarakat sekitar sini akan lebih meningkat.”harap Abah.

Harapan senada disampaikan oleh Ketua DPP PPP bidang tani nelayan dan perikanan, Rina Fitri bahwa ketahanan pangan bangsa sangat bertumpu kepada para petani. Menurutnya saat sedang panen bersama petani sayur di Lembang, permasalahan para petani tersebut harus menjadi perhatian serius baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat. Pemerintah harus memahami kesulitan-kesulitan yang dialami para petani dan dapat memberikan solusi atas segala permasalahan yang dihadapi petani.

“Solusi tersebut diantaranya memberi pelatihan peningkatan kualitas sdm, pemberian bantuan pupuk dan infrastruktur pertanian serta membantu membukakan akses pasar atas hasil pertanian para petani Indonesia baik di dalam negeri ataupun ke pasar luar negeri.” Kata Rina Fitri, Jumat (24/9/2021). (Edi)

 

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait