GRESIK, beritalima.com — PT Petrokimia Gresik menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pasokan pupuk bersubsidi tetap aman selama musim tanam nasional di tengah tekanan dinamika global yang memengaruhi rantai pasok industri pupuk dunia.
Sebagai bagian dari langkah pengamanan tersebut, perusahaan menyiapkan stok pupuk bersubsidi mencapai 219.648 ton yang tersebar dalam jaringan distribusi nasional Pupuk Indonesia Group.
Ketersediaan stok ini sekaligus menjadi indikator kesiapan perusahaan dalam mendukung keberlanjutan produksi pertanian nasional.
Direktur Utama Daconi Khotob menegaskan bahwa perusahaan telah menjalankan sejumlah strategi untuk memastikan pupuk tetap tersedia tepat waktu bagi petani selama musim tanam berlangsung.
“Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga,” ujar Daconi di Surabaya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, strategi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada penguatan stok pupuk bersubsidi, tetapi juga mencakup optimalisasi fasilitas produksi dan penguatan distribusi agar penyaluran pupuk berjalan lancar di berbagai daerah.
Untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian global, Petrokimia Gresik melakukan diversifikasi negara pemasok bahan baku seperti phosphate rock, potash, dan sulphur.
Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan penggunaan sulphuric acid dari dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
angkah lain yang ditempuh yakni memperkuat kontrak pengadaan jangka panjang serta mempercepat pengamanan stok bahan baku untuk kebutuhan produksi enam hingga dua belas bulan mendatang. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan operasional perusahaan di tengah potensi gangguan distribusi internasional.
“Di sisi operasional, Petrokimia Gresik memastikan kesiapan fasilitas produksi dan operasional perusahaan agar produksi pupuk tetap berjalan optimal untuk mendukung kebutuhan musim tanam nasional,” tandasnya.
Per 10 Mei 2026, stok pupuk bersubsidi yang disiapkan terdiri dari Urea 32.054 ton, NPK Phonska 166.324 ton, Petroganik 16.611 ton, ZA 2.720 ton, dan SP-36 sebesar 1.939 ton. Seluruh stok tersebut telah tersedia di jaringan distribusi dan siap disalurkan kepada penerima melalui Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).
Daconi menambahkan, penguatan strategi distribusi juga didukung penyederhanaan regulasi penyaluran pupuk bersubsidi oleh pemerintah. Regulasi yang sebelumnya terdiri dari 145 aturan kini diringkas menjadi satu aturan induk melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi yang kemudian disempurnakan melalui Perpres 113/2025.
Menurut dia, penyederhanaan aturan tersebut membuat distribusi pupuk semakin efektif dan mendorong peningkatan penyerapan pupuk bersubsidi pada awal tahun.
Hingga 10 Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional tercatat mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi nasional sebesar 9,85 juta ton. Angka itu meningkat 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Pupuk Indonesia Group juga memperketat pengawasan terhadap penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat kios resmi agar sesuai ketentuan pemerintah yang telah menurunkan HET pupuk bersubsidi sebesar 20 persen.
Ia juga mengingatkan petani agar melakukan penebusan pupuk melalui kios resmi atau PPTS guna menghindari produk palsu yang marak ditawarkan dengan harga murah.
“Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan pupuk nasional di tengah tantangan global. Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi sehingga produktivitas pertanian nasional dapat terus terjaga,” pungkasnya.(Ron)






