PALEMBAMG, BeritaLima.Com | Anggota DPRD Kota Palembang yang bertugas di Dapil IV meliputi perwakilan dari berbagai fraksi, di antaranya Ruspanda Karibullah, Dr. Syntia Rahutami, Peby Anggi Pratama, Diana, Patra Wibowo, Zulfikar Muharrami, Agung Bahari, Duta Wijaya Sakti, dan Harya Pratystha Endhie Putra.
Anggota DPRD Kota Palembang dari Dapil IV, Zulfikar muharrami megatakan, masih terbatasnya pemanfaatan jaringan gas (jargas) rumah tangga di wilaya Dapil IV ini, jumlah rumah yang sudah terpasang jaringan gas masih sangat sedikit. Padahal ini penting untuk efisiensi dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
“Ia juga mengungkapkan bahwa DPRD Kota Palembang telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) terkait SBD (Sambungan Biaya/Skema Dukungan) yang diharapkan dapat mempercepat perluasan layanan, sekaligus membuka ruang inovasi dan investasi di lapangan.
Menurutnya, selama ini keterbatasan regulasi dan pembiayaan menjadi salah satu penghambat pengembangan jaringan gas rumah tangga.
Kami berharap dengan adanya Perda ini, proses pemasangan jargas bisa lebih mudah, cepat, dan efisien. Termasuk kejelasan regulasi bagi masyarakat yang ingin melakukan pemasangan,” tambahnya.
Zulfikar juga meminta pihak penyedia layanan untuk menjelaskan secara rinci mekanisme dan persyaratan pemasangan jaringan gas kepada masyarakat, agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Sementara itu, Direktur PT. SP2J (Sarana Pembangunan Palembang Jaya), Ujang Efriansyah menjelaskan bahwa saat ini pihaknya fokus pada pengembangan jaringan gas alam sebagai layanan utama perusahaan.
“Alhamdulillah, saat ini SP2J telah melayani kurang lebih 29.000 pelanggan jaringan gas di Kota Palembang. Pelanggan tersebut terdiri dari berbagai kategori, mulai dari rumah tangga (RT-1), pelaku UMKM, usaha katering, hingga fasilitas sosial seperti yayasan dan rumah ibadah.
“Menurutnya, penggunaan gas alam melalui jaringan pipa memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan gas tabung LPG, di antaranya lebih praktis, aman, dan stabil karena langsung dialirkan ke rumah pelanggan tanpa perlu penggantian tabung.
“Gas alam ini dialirkan langsung melalui pipa ke rumah, sehingga lebih efisien dan tidak perlu lagi khawatir kehabisan seperti gas tabung. Selain itu, dari sisi harga, penggunaan jargas dinilai lebih ekonomis. Jika dibandingkan dengan LPG 3 kg yang di lapangan bisa mencapai harga Rp22.000 hingga Rp25.000 per tabung, gas jaringan dinilai lebih stabil dan terjangkau.
SP2J juga menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan serta memperluas jaringan agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati fasilitas tersebut.
“Dengan sinergi antara DPRD, pemerintah kota, dan SP2J, diharapkan program jaringan gas rumah tangga di Kota Palembang dapat berkembang lebih cepat dan merata, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menekan biaya energi rumah tangga.
Selain itu, Zulfikar juga mendorong agar SP2J tidak hanya menunggu, tetapi melakukan upaya jemput bola dengan menjalin komunikasi ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurutnya, langkah tersebut penting guna mendapatkan dukungan anggaran untuk pembangunan jaringan gas kota di Palembang.
“Perlu ada upaya untuk bicara ke Kementerian ESDM, dengan dukungan dari teman – teman di Komisi II, agar program jaringan gas ini bisa mendapatkan bantuan pendanaan,” tambahnya.
( Nan)








