Ridwan Saidi Masih Gali Nama Rajawali

  • Whatsapp
Jpeg
www.beritalima.com

JAKARTA, beritalima.com –
Kebudayaan betawi dari dahulu hingga sekarang, Ridwan Saidi tokoh budayawan betawi menjelaskan refleksi yang diselenggarakan Divisi Sosial Budaya Jakarta Islamic Center, Selasa (18/7/2017), bahwa sejak 7000 tahun SM kebudayaan betawi sudah ada. Ada bukti sejarah yang memberikan keyakinan budayawan betawi bahwa kebudayaan betawi sudah ada sekian lama.

Ridwan Saidi menjelaskan bahwa bukti sejarah dimulai dari kata asal usul nama Betawi. Bahwa nama Betawi mengacu pada beberapa pendapat, yaitu 1. Pitawi (bahasa Melayu Polynesia Purba) yang artinya larangan. Perkataan ini mengacu pada komplek bangunan yang dihormati di Batu Jaya. Sejarahwan Ridwan Saidi mengaitkan bahwa Kompleks Bangunan di Batu Jaya, Karawang merupakan sebuah Kota Suci yang tertutup, sementara Karawang, merupakan Kota yang terbuka.

2. Betawi (Bahasa Melayu Brunei) di mana kata “Betawi” digunakan untuk menyebut giwang. Nama ini mengacu pada ekskavasi di Babelan, Kabupaten Bekasi, yang banyak ditemukan giwang dari abad ke-11 M.

3. Flora guling Betawi (cassia glauca), famili papilionaceae yang merupakan jenis tanaman perdu yang kayunya bulat seperti guling dan mudah diraut serta kokoh. Dahulu kala jenis batang pohon Betawi banyak digunakan untuk pembuatan gagang senjata keris atau gagang pisau.

Dijelaskan sejarahwan Ridwan Saidi ada beberapa nama jenis flora yang selama ini memang digunakan pada pemberian nama tempat atau daerah yang ada di Jakarta, seperti Gambir, Krekot, Bintaro, Grogol dan banyak lagi. Sehingga ditegaskan Ridwan Saidi, kata Betawi bukan berasal dari kata Batavia, sebagai nama lama kota Jakarta pada masa Hindia Belanda. Padahal nama Batavia berasal dari nenek moyang orang Belanda.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Selain itu dijelaskan Ridwan Saidi nama – nama daerah yang menunjukkan keaslian Betawi adalah Pademangan, Tj. Priok, Semper, namun yang masih digali oleh Ridwan Saidi adalah nama bilangan Rajawali itu diambil dari nama apa. Sementara buku – buku yang pernah ditulis Ridwan Saidi adalah Golok Wa Item sejarah power system Sunda Kelapa,
Si Manalagi narasi epos Betawi, Rekonstruksi Sejarah Indonesia dan Kedatangan Islam. dedy mulyadi

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *