Sambut HUT ke-8, OJK NTT Kumpulkan 91 Kantong Darah

  • Whatsapp

KUPANG, beritalima.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI NTT melaksanakan donor darah di Kantor OJK NTT, Jalan Tompello, Kota Kupang, Rabu (20/11/2019).

Aksi sosial ini melibatkan sekitar 115 peserta pendonor, yang barasal dari pegawai OJK, Forum LJK dan masyarakat dari empat RT di sekitar Kantor OJK.

Donor darah tersebut digelar sejak pukul 09.00 hingga 13.00 wita, OJK mengumpulkan sedikitnya 91 kantor darah dengan rincian, yaitu darah A sebanyak 21 kantong, B 17 kantorng, O 46 kantong, dan darah AB tujuh kantong.

Pantauan wartawan media ini, Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert Sianipar ikut mengambil bagian dalam donor darah, yang berlangsung di lantai I Kantor OJK NTT.

Robert Sianipar mengatakan, donor darah merupakan salah satu rangkaian dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 OJK yang jatuh pada 22 November 2019 nanti.

“ Kegiatan ini adalah salah satu acara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 8 OJK pada tanggal 22 November 2019. Jadi rangkaian acarannya ada beberapa kegiatan, ada lomba – lomba antar pegawai yang sudah berjalan minggu terakhir ini,” kata Robert.

www.beritalima.com

Selain donor darah, kata Robert, pada Jumat 22/11/2019) akan dilaksanakan upacara HUT. Kemudian pada Sabtu (23/11/2019) digelar FunBike dari Kantor OJK NTT menuju Pantai Sulamanda, Kabupaten Kupang untuk melakukan giat peduli wisata.

“ Jadi FunBike dimulai jam 05.30 wita di kantor OJK NTT sama – sama kurang lebih nanti 100 peserta dari LJK, pegawai OJK dan keluarga sama – sama ke pantai Sulamanda,” ujarnya.

Dikatakan Robert, di Pantai Sulamanda ada rangkaian kegiatan sesuai tema HUT OJK tahun ini ‘ Kontributif dan Inklusif Membangun Negeri.

Di Pantai Sulamanda, lanjut Robert, ada penyerahan bantuan motor sampah dari OJK bersama – sama dengan Forum Lembaga Jasa Keuangan (LKJ) kepada kepala desa setempat.

Selain itu, juga pengisian acara tari – tarian, dan konsumsi semua menggunakan produk dari BUMDes setempat. “ Jadi kita menggerakan ekonomi desa juga,” kata Robert menambahkan. (L. Ng. Mbuhang)

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *