Semangat Sumpah Pemuda ada di Pelantikan Presiden RI

  • Whatsapp
www.beritalima.com

beritalima.com | Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku Bertumpah Darah Satu, Tanah Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku Berbangsa yang satu Bangsa Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Pada tahun 1928 sebelum kemerdekaan Putra dan Putri kita yang dipelopori oleh Perkumpulan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) sudah merumuskan Sumpah Pemuda guna mencapai kemerdekaan Bangsa Indonesia. Para Pemuda Pemudi waktu itu merasa perjuangan yang sifatnya kedaerahan mudah dipatahkan oleh penjajah, sehinga mereka Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatra Bond, Jong Celebes dsb sepakat untuk mengadakan konggres bersama supaya bisa merumuskan persatuan dan kesatuan.

Tidak bisa dipungkiri, Persatuan dan Kesatuan yang bisa menciptakan semangat pergerakan yang lebih besar sehinga tercapai kemerdekaan Indonesia 1945.

Tugas kita sebagai generasi penerus bangsa adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja iklas sehingga bisa segera terwujud cita-cita para Pahlawan Kemerdekaan yaitu menjadi Bangsa yang maju, rakyatnya hidup rukun adil dan makmur.

Itulah sekelumit sejarah Sumpah Pemuda yang ditorehkan oleh Pemuda Pemudi kita. Semangat Sumpah Pemuda ini patut kita apresiasi dan menjadi acuan bagi rakyat Indonesia dalam setiap langkah guna mencapai tujuan yang mulia. Buang jauh-jauh sifat kadaerahan, dan jangan ada lagi sekelompok orang yang berbuat anarkis menyerang pejabat negara, menginjak-nginjak simbul negara kesatuan Republik indonesia.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Jaman boleh berubah akan tetapi semangat Sumpah Pemuda harus tetap kita gelorakan supaya bisa menjadi tauladan dan pemersatu bangsa. Jangan karena beda pilihan kita saling menghujat, jangan karena beda keyakinan kita saling mencabut pedang, dan jangan karena beda pendapat kita saling bercerai berai.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pemilu 2019 adalah proses demokrasi lima tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah guna memilih calon pemimpin berkualitas. Hajatan tersebut sudah kita laksanakan, sudah kita lalui dengan jujur, adil, aman dan lancar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun sudah menetapkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, sebagai capres-cawapres terpilih. Ketetapan dalam sidang pleno pada Minggu (30/6) sekaligus mengakhiri tahapan Pilpres 2019.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Menetapkan pasangan calon nomor urut 01, Saudara Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dengan perolehan suara 85.607.362 suara atau 55,50% dari total suara sah nasional sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden terpilih 2019-2024,” ujar Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik saat membaca berita acara penetapan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (30/6).

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Ketetapan itu kemudian dikuatkan oleh keputusan KPU yang dibacakan oleh Ketua KPU Arief Budiman. “Keputusan ini mulai berlaku mulai tanggal ditetapkan, di Jakarta pada Minggu 30 Juni 2019,” katanya.

www.beritalima.com

Kedua calon juga sudah menerima hasil ketetapan KPU tersebut dengan lapang dada. Yang kalah memerima dengan legowo, dan yang menang tidak merasa jumowo. Begitupun dengan pendukung dari masing-masing calon Presiden. Sudah menerima kenyataan dan kembali hidup rukun seperti sedia kala. Jika masih ada beberapa orang yang belum bisa menerima kenyataan, semoga mereka diberikan jalan yang lurus dan segera insyaf.

Sekarang sudah tidak ada lagi nomer satu atau dua. Yang ada adalah nomer tiga, yaitu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dengan semangat Sumpah Pemuda, persatuan dan kesatuan, semua masalah yang melanda negeri ini akan bisa kita selesaikan dengan damai, dan win-win solution. Tidak ada yang merasa dianak emaskan, semua rakyat di berikan perhatian dan perlakuan yang sama. Siapa saja yang berbuat onar dan mau mengacaukan jalannya pelantikan Presiden harus ditindak tegas.

Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, tidak boleh tajam dibawah tetapi tumpul diatas. Sehingga rakyat akan percaya penuh dengan kinerja Pemerintah, dan kalau rakyat Indonesia mau bersatu pembangunan bisa berjalan dengan lancar. Tidak boleh ada lagi pertentangan antar suku, golongan, dan agama. Karena sejatinya kita semua adalah bersaudara, yang mendambakan perdamain, hidup rukun, saling gotong royong mengisi kemerdekaan Indonesia.

Dengan semangat Sumpah Pemuda, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, kami berharap semoga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada tanggal 20 Oktober 2019 nanti berjalan dengan tertib, aman, damai dan lancar. Jayalah negeriku, damailah rakyatku, dan berkibarlah benderaku sang saka merah putih di bumi pertiwi. Mari kita tunjukkan pada dunia, kerja nyata, kerja bersama untuk meraih cita-cita mulia, Indonesia gemilang. Bagaima pendapat Anda?

Surabaya, 14 Oktober 2019

Cak Deky

www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *