Sendratari Sindoro Sumbing Mapageh Sang Watu Kulumpang Dihadiri Gubernur Jateng

oleh -137 views

WONOSOBO, beritalima.com | Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri Perhelatan akbar Sendratari Sindoro Sumbing Mapageh Sang Watu Kulumpang pada rangkaian festival sindoro sumbing Wonosobo-Temanggung yang diadakan di lapangan desa Kledung kecamatan Kledung pada Sabtu (20/7).

Gubernur Jawa Tengah mengatakan dirinya mengapresiasi Dinbudpar Temanggung dan Disparbud Wonosobo yang mengadakan even semeriah ini disertai penampilan kesenian lokal yang ada di kedua kabupaten tersebut.


Even ini bukan sekedar tontonan tapi pertunjukan yang beredukasi untuk pelatihan stimulus buat mereka yang akan belajar menampilkan seni pertunjukan kepada masyarakat.

Pihaknya menyambut baik adanya event ini dan berharap setelah kegiatan selesai Temanggung dan Wonosobo bisa selalu berkolaborasi dan bersinergi dalam melestarikan dan mengembangkan budaya yang ada.

“Hal ini menjadi momen berharga, inisiatif dan inspiratif dengan standar minimum hingga bisa membuat acara sebagus ini. Semoga bisa menjadi percontohan kabupaten lain.” Harap Ganjar.

Sementara Bupati Temanggung H. M Al Khadziq menyampaikan Pemerintah Temanggung mempunyai komitmen besar untuk perkembangan potensi kekayaan dibidang seni dan budaya.

Disebutkan Prmkab Trmanggung akan mengembangkan, membangun budaya dan wisata yang indah berbasis wisata lokal yaitu patensi seni masyarakat seperti ini.

“Kabupaten Temanggung telah menganggarkan dan memperhatikan festival kebudayaan dengan anggaran promosi pariwisata kedepan pada tahun 2020 sekira 4,5 milyar, naik 2 kali lipat dari tahun sebelumnya 2,5 milyar khsus untuk festifal kesenian dan promosi kebudayaan dan pariwisata.” Terang Bupati Temanggung.

Terpisah Kepala Disparbud Wonosobo Drs. One Andang Wardoyo Msi, mengungkapkan kebudayaan memiliki nilai setrategis untuk merubah peradaban, terutama dalam menjaga dan memajukan kelestarian alam yang kita miliki.

Pemerintah Wonosobo sejak awal mendorong kami untuk serius memajukan kebudayaan mulai dari bagaiman mengidentifikasi sepuluh obyek kebudayaan yang ada dan bagaimana mengkolaborasi kebudayaan dengan pariwisata, dengan industri dan dengan ekonomi kreatif.

“Kolaborasi antara Wonosobo Temanggung yang saat ini dilakukan akan tetap berjalan, yang menjadi PR berat kami dan teman – teman dari Temanggung adalah bagaimana mengkolaborasikan masyarakat kledung dan kertek khususnya Reco.” Bebernya

Harapan kami, anak – anak muda kledung dan reco bisa berkolaborasi membangun komitmen, sehingga ketika ada festival seperti ini bisa mandiri tidak lagi ketergantungan kepada kami.

“Alhamdulillah kemajuan kebudayaan di wonosobo banyak kemajuan dilihat dari kesemangatan masyarakat dan anak – anak muda terbukti ketika kami mengampu semua kegiatan banyak yang datang menginginkan untuk bergabung bersama kami di acara seperti ini.” Pungkas Andang. (Budi)