Sesuai Amanat Konstitusi, Fahri: Cukup Dua, BUMN Perlu Dirampingkan

  • Whatsapp

JAKARTA, Beritalima.com– Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah mengatakan, Pemerintah perlu merampingkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Tidak perlu banyak seperti sekarang, cukup dua entitas sektor usaha saja sesuai dengan amanat konstitusi, yakni Sumber Daya Alam dan Industri Strategis. Yang terkait SDA disatukan dalam satu holding sehingga negara tinggal mengontrol saja. Negara, tidak perlu semua mengurus semua bisnis,” kata politisi senior itu.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua DPR RI 2014-2019 Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) itu bisnis diurusi,”dalam Gelora Talk ‘BUMN, Apa Masalah dan Solusinya?’ di Media Centre Gelora Indonesia Jalan Taman Patra, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/6).

Selain Fahri, diskusi yang disiarkan live streaming di Gelora TV dan saluran kabel Transvision channel juga menghadirkan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga serta Komisaris PT Garuda Indonesia, Peter F Gontha sebagai narasumber.

Lebih jauh Fahri mengatakan, dengan menyatukan dalam dua holding ini. Pemerintah bisa memberikan akumulasi suntikan modal yang besar. “Ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan industri strategis bagi rakyat, harus dikontrol negara. Fokus saja pada demokrasi perekonomian. Berikan kepastian kepada market, swasta dan rakyat untuk berusaha,” kata dia.

Di luar negeri, kata pria kelahiran Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), 10 November 1971 ini, BUMN difungsikan menjadi perusahaan berskala multinasional.

Jika BUMN menjadi perusahaan multinasional, bisa melakukan eksplorasi di negara lain, tentu akan menjadi kebanggan buat Indonesia. “Jadi, nggak ada ceritanya BUMN bersaing dengan usaha rakyat dan saling ‘makan’, justru Pemerintah harusnya membuka market untuk rakyat,” kata dia.

Fahri berharap, Pemerintah segera mengevaluasi menyeluruh terhadap konsep keberadaan BUMN dan bagaimana manfaatnya ke depan sehingga upaya perampingan bisa dilakukan secepatnya. “Konsepsi dari fungsi dan keberadaannya, berikut berefek pada konsespi pengelolaan. Karena itu, harus ada keberanian Pemerintah.”

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga yang hadir secara daring setuju dengan usulan perampingan BUMN seperti disampaikan Fahri. Arya menyebut dari 140-an BUMN, sudah dirampingkan menjadi 108 dan selanjutnya menjadi 80-an. “Nanti kita targetkan hanya ada sekitar 42-43 BUMN saja. Kita rampingkan. Memang akan ada perampingan lagi.”

Peter F Gontha menampik sakitnya maskapai Garuda Indonesia hingga diambang kebangkutan karena by desain. “By Desain? Saya rasa tidak ada yang merekayasa untuk merontokan Garuda. Yang ada memang secara alami terjadi,” kata Peter.

Menurut dia, saat ini diperlukan penguatan peran negara memperkuat daya saing, sehingga ancaman kebangkrutan seperti yang dialami Garuda tidak kemudian terjadi. “Kita perlu flag carrier dan pemerintah harus menyelamatkan maskapai Garuda Indonesia,” demikian Peter F Gonta. (akhir)

Pos terkait