Tuntut Kades Transparan, Ratusan Warga Kembali Demo di Kantor Desa Waiboga

  • Whatsapp

KEPULAUAN SULA,beritaLima,com – Merasa kecewa aksi pertama tidak ditanggapi, ratusan warga bersama mahasiswa Desa Waiboga Kecamatan Kecamatan Sulabesi Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) kembali beraksi unjuk rasa, di halaman kantor desa, Kamis (28/05/20).

Tuntutan warga tetap sama yaitu mereka meminta kepala desa (kades) transparan. Dalam penggunaan dana desa selama empat tahun berjalan.

Warga menilai, selama empat tahun ini tidak ada keterbukaan pihak desa. Padahal warga menemukan beberapa kejanggalan dalam realisasi pembangunannya.

“Kami prihatin. Aksi pertama yang kami lakukan tidak mendapat tanggapan. Tidak hanya dari pihak desa, tapi juga kantor Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula. Padahal kami sudah mengajukan permohonan pemeriksaan,” kata korlap aksi, Ramli Umanailo.

Dari pantuan awak media, Massa tiba di halaman kantor desa sekitar pukul 10.00 Wit, Tampak ibu-ibu rumah tangga serta gadis turut serta dalam aksi yang berlangsung damai dan tertib itu. Masa aksi menggunakan satu buah Mobil Pick Up serta Sound Sistem.

Menurut Ramli, dana yang dikeluarkan pemerintah desa tidak sesuai dengan realita dilapangan. “Banyak yang janggal. Kami punya datanya. Hanya saja pihak desa tertutup untuk klarifikasi yang ingin kami sampaikan,” ujarnya.

www.beritalima.com

Aksi kali kedua ini mendapat respon. Akan tidak sesuai dengan apa yang telah di sampaikan oleh kepala desa, Namun masa aksi membubarkan diri dengan tertib.

“Kami akan kembali berdemo sepanjang pihak desa tidak merespon. Ini menambah kecurigaan kami memang ada apa-apanya dengan dana desa,” kata Ramli, Seraya mengharapkan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula turun tangan.

Sementara itu, Kepala Desa Waiboga sekaligus selaku Ketua DPC Apdesi Kabupaten  Kepulauan
Sula, Hasanudi Tidore menyampaikan didepan masa aksi bahwa masalah dana BLT anggaran desa itu selama ini pihaknya selalu transparansi dalam soal anggaran dana desa, namun di tahun 2020 ini pihaknya masi menunggu, final perubahan APBdes, “ucapnya. [DN]

www.beritalima.com

Pos terkait