Jakarta, beritalima.com| – Meski kita semua tahu potensi laut Indonesia begitu besar, namun ternyata membangun komunikasi di sektor maritim masih tertinggal. Terkesan belum terintegrasi dengan baik.
Hal ini diutarakan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud dalam Musyawarah Besar Praktisi Maritim ke-II di Jakarta (16/4), menekankan pentingnya era digitalisasi dalam memperkuat sektor maritim. Menurut Masyhud, meskipun Indonesia memiliki potensi besar di bidang kelautan, masih ada sejumlah tantangan dihadapi, salah satunya komunikasi di sektor maritim masih tertinggal.
“Kita harus mempercepat adaptasi teknologi, terutama dengan kemajuan pesat di bidang kecerdasan buatan (AI). Jika tidak, kita akan tertinggal 10-20 tahun dari negara lain,” ujar Masyhud, sesuai dengan tema besar Mubes tentang pembangunan sektor kelautan yang berbasis inovasi dan profesionalisme.
Acara yang dihadiri oleh para praktisi, akademisi, serta tokoh penting di dunia maritim ini turut memperlihatkan semangat untuk membangun sektor kelautan Indonesia yang lebih berdaya saing dan siap menghadapi tantangan internasional.
Sementara Capt. Andi M. Pakpahan, Ketua Panitia OC menyampaikan, mubes ini adalah bagian dari upaya untuk mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun dunia maritim yang lebih maju.
“Kita semua berkumpul di sini karena kecintaan terhadap dunia maritim, demi masyarakat maritim, serta dunia akademis maritim yang terus berkembang. Mari kita bersama-sama menjaga kedaulatan laut Indonesia,” ujarnya. Para peserta diberikan wawasan mengenai peran penting pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten di sektor maritim.
Salah satu topik paling mencuri perhatian adalah pentingnya kolaborasi antara berbagai sektor, mulai dari pemerintah, industri, hingga dunia pendidikan, untuk menciptakan ekosistem maritim yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Capt. Andi M mengingatkan, soal isu teknis dan teknologi yang akan menjadi tantangan besar bagi generasi maritim mendatang. “Kemajuan teknologi adalah kunci untuk memajukan sektor ini. Kita perlu menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan mempersiapkan generasi yang mampu berkompetisi di tingkat global,” paparnya.
Jurnalis: abri/dedy








