Disdik Gelar Evaluasi Mandiri Sekolah Ramah Anak Jenjang SMPN

  • Whatsapp

TULUNGAGUNG, beritalima.com- Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menggelar evaluasi Mandiri Sekolah Ramah Anak Jenjang SMPN, Jumat 17 April 2026.

Pasalnya, sekolah ramah anak bukan sekedar untuk pemenuhan instrumen atau administrasi saja, melainkan sebuah komitmen nyata untuk menghadirkan layanan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan menjunjung tinggi hak-hak anak.

Dalam sambutannya, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung, Uun Suncahya, mengatakan, kegiatan Evaluasi Mandiri Sekolah Ramah Anak (SRA) saat ini dikhususkan untuk jenjang SMP Negeri.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang membahagiakan, membentuk karakter, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

“Melalui kegiatan evaluasi mandiri ini, kita diajak untuk tidak hanya menilai, tetapi juga merefleksikan sejauh mana implementasi Sekolah Ramah Anak telah berjalan secara utuh di satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjutnya, merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa kebijakan yang telah disusun benar-benar berdampak nyata bagi peserta didik.

Namun demikian, ia menyampaikan secara tegas bahwa konstruktif dan berdasarkan hasil monitoring sementara masih terdapat satuan pendidikan yang belum melakukan pengisian instrumen Evaluasi Mandiri SRA sama sekali. Diantaranya, SMP Negeri 6 Tulungagung, SMP Negeri 1 Kauman dan SMP Negeri 2 Tanggunggunung.

“Satuan pendidikan yang belum melakukan pengisian instrumen Evaluasi Mandiri SRA tentunya menjadi perhatian serius bagi kita semua. Evaluasi mandiri bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian penting dari komitmen kita dalam mewujudkan sekolah yang benar-benar ramah anak,” tegasnya.

Pihaknya meminta kepada kepala sekolah dan tim terkait, untuk segera menindaklanjuti dan menyelesaikan pengisian instrumen tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Uun berharap, melalui kegiatan ini seluruh satuan pendidikan mampu melakukan evaluasi secara objektif dan menyeluruh. Membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak adalah prioritas utama dalam pendidikan. Selain itu, juga tercipta adanya inovasi dan praktik baik yang dapat direplikasi di seluruh sekolah.

“Keberhasilan SRA sangat ditentukan oleh komitmen bersama, keteladanan, serta konsistensi dalam pelaksanaan di lapangan. Mari kita jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak kita,” tambahnya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah yang telah mengisi dan berkomitmen dalam pelaksanaan SRA, serta kepada LPA Tulungagung yang terus bersinergi dalam penguatan perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

“Sekali lagi, mari kita wujudkan sekolah ramah anak dengan kesungguhan, Demi generasi hebat yang unggul dan gemilang,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Sekolah SMP Negeri se Kabupaten Tulungagung, juga menghadirkan Nara sumber dari LPA Tulungagung. (Dst).

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait