Jakarta | beritalima.com – Survey konsultan dari Global Institut for Tomorrow (GIFT) Malaysia tengah merilis perspektif APERSI terhadap kepemilikan rumah terjangkau (affordable home ownership) bagi masyarakat Jakarta yang berpenghasilan rendah (MBR). GIFT Malaysia akan terus memahami apa yang dilakukan APERSI DKI Jakarta sebagai koordinator developer yang membawahi 300 lebih anggota, Rabu (8/4/2026)
Selain memahami tentang keterjangkauan masyarakat tinggal untuk tinggal dan memahami tentang tantangan, mengenai peluang dan mekanisme pembiayaan perumahan sederhana di Indonesia. GIFT juga melakukan riset lapangan dan wawancara terkait isu perumahan rakyat.
GIFT (Global Institute for Tomorrow) Malaysia sedang menjalankan Leadership Program bersama Bank CIMB Niaga yang melibatkan peserta dari Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Singapura. Salah satu proyek utama, program ini berfokus pada “Affordable Home Ownership” (Kepemilikan Rumah Terjangkau) di Jakarta.
Pertemuan dengan DPD APERSI DKI JAKARTA dilakukan riset latar belakang untuk memahami perspektif DPD APERSI DKI Jakarta tentang kepemilikan terjangkau di Jakarta. Melakukan riset lapangan dan wawancara terkait isu perumahan rakyat. Memahami tantangan, peluang, dan mekanisme pembiayaan perumahan sederhana
di Indonesia. Dan mengumpulkan masukan bagi proposal solusi yang akan disusun peserta CIMB Niaga pada bulan Mei 2026.
GIFT Malaysia yang telah bekerjasama dengan CIMB Niaga, diwaklli Pearly Wong sebagai Senior Programme Manager dan Megat Firdauz Putra sebagai Programme Associate mendapat rekomendasi dari BAPPENAS
Selama ini rumah susun atau apartemen masih di kendala ketidak mampuan masyarakat untuk menempati rumah yang dibangun oleh Pemerintah. Sedangkan GIFT Malaysia yang berkedudukan di Malaysia itu, mendapat rekomendasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (BAPPENAS) yang pada gilirannya diarahkan ke Asoaiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) untuk bahan diskusi lebih lanjut.
Lebih lanjut program yang dibawa dari Malaysia ke Jakarta tujuannya untuk menyatukan persepsi tentang isu affordable home ownership yang ada di Jakarta dan akan dipecahkan dalam satu konsep. Dimana dalam satu konsep pemecahan masalah itu fokus pada affordable housing yang didukung oleh CIMB Niaga yang ekspansi di Malaysia, disingapura, Indonesia, dan Thailand.
Menariknya konsultan GIFT Malaysia yang telah bertemu dengan DPD APERSI DKI Jakarta direncanakan akan membawa partisipan partisipan CIMB Niaga diperkirakan bulan Mei 2026 ini. Yang kedepannya akan difokuskan pada lahan yang memadai dan ketidak mampuan masyarakat yang berpenghasilan rendah/low and middle income.
Diawal perkenalan, Edi Firmansyah, SP., MM selaku Ketua DPD APERSI DKI Jakarta menjelaskan bahwa APERSI dikhususkan untuk menangani pembangunan rumah rumah sederahana untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Fokus membangun rumah subsidi dan non-subsidi di Jabodetabek dan luar DKI karena lahan di pusat Jakarta sangat terbatas.
Kendati tidak memperoleh dana langsung dari pemerintah, tapi pembeli atau pengguna rumah memperoleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dari pemerintah (FLPP).
“Pada kesempatan itu Ketua DPD APERSI DKI Jakarta, Edi didanpingi pa Iskandar sebagai Ketua Dewan Kehormatan, Ferlian sebagai Wakil Ketua, dan Sulianto sebagai Bendahara. Beliau support supaya organisasi ini semaksimal mungkin bermanfaat untuk teman teman sebagai developer dan khususnya untuk masyarakat. Juga kami diharapkan memberikan kontribusi kepada Pemerintah,” tandasnya.
Lanjutnya DPD APERSI DKI Jakarta terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor properti di Jakarta, serta memperjuangkan kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas perumahan dan hunian yang layak.
“Kami berharap melalui kerja sama yang baik antar anggota, pemerintah, dan stakeholder terkait, kita dapat bersama-sama mewujudkan kota yang lebih baik untuk semua,” terangnya.
Ditambahkan Iskandar selaku Ketua Dewan Kehormatan pada DPD APERSI DKI Jakarta, memahami kehadiran CIMB Niaga apalagi dijelaskan konsultan GIFT Malaysia tersebut akan membawa partisipan itu seperti investor, yang ingin menjajaki keterlibatannya terhadap proyek-proyek perumahan di Indonesia, mungkin di Jakarta maksudnya.
Juga ditambahkan Sulianto, selaku Bendahara DPD APERSI DKI Jakarta, menegaskan bahwa pembangunan perumahan dan pemukiman yang sampai saat ini belum disentuh oleh Negara adalah berupa apartemen murah yang sejalan dengan affordable home ownership.
Jurnalis: dedy








