Seribu Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

  • Whatsapp
Seribu lulusan SMA sederajat ikut Program Pemagangan di 67 perusahaan (foto: beritajakarta)

Jakarta, beritalima.com| – Sebanyak seribu peserta lulusan SMA sederajat terpilih mengikuti program pemagangan setelah melalui proses seleksi dari total 10.390 pendaftar, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kesempatan peningkatan kompetensi kerja yang difasilitasi pemerintah daerah.

Pelaksanaan pemagangan akan berlangsung selama enam bulan, mulai 4 Mei hingga 31 Oktober 2026, dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan 67 perusahaan penyelenggara pemagangan dari berbagai sektor usaha. Keterlibatan dunia industri ini diharapkan dapat membuka peluang penyerapan tenaga kerja yang lebih besar bagi para peserta setelah program selesai.

Ini sinergi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Eneri (Disnakertransgi) yang secara resmi memulai Program Pemagangan Dalam Negeri Lulusan SMA Sederajat APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026.

Program ini merupakan salah satu langkah strategis Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjawab tantangan ketenagakerjaan, khususnya fenomena skill mismatch antara kebutuhan dunia kerja dan kompetensi pencari kerja. Selain mendapatkan uang saku sejumlah Rp2.500.000 per bulan selama enam bulan, peserta juga mendapatkan jaminan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati menyampaikan rasa bangganya kepada para peserta yang berhasil lolos dalam program pemagangan tersebut. Ia menilai para peserta merupakan yang beruntung karena mampu melewati proses seleksi ketat dari ribuan pendaftar.generasi muda

“Dari total 10.390 pendaftar, hanya 1.000 peserta yang terpilih mengikuti program pemagangan ini. Artinya, adik-adik semua mendapatkan kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman kerja,” ujarnya di Aula Gelora Bung Karno, Kantor Pusat PT Transjakarta, Jakarta (4/5).

Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaruh perhatian serius terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengalokasian anggaran sebesar Rp15 miliar untuk mendukung program pemagangan tahun ini.

Eli menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat sektor pendidikan dan ketenagakerjaan secara beriringan. Salah satunya melalui program sekolah gratis baru saja diluncurkan Gubernur dan Wagub DKI Jakarta. Ia menilai, peningkatan jumlah lulusan sekolah nantinya harus diimbangi dengan kesiapan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja muda.

“Dari kerja sama yang dilakukan dengan 67 perusahaan, sekitar 30 hingga 70 persen peserta berpotensi direkrut menjadi pekerja tetap setelah masa magang berakhir, dengan memenuhi syarat dan evaluasi yang ditentukan perusahaan,” jelas Eli.

Eli mendorong para peserta untuk menunjukkan semangat kerja, disiplin, dan daya juang yang tinggi selama menjalani program magang. Ia juga mengajak generasi muda membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dan memiliki tekad untuk memperbaiki masa depan.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Syaripudin menerangkan, Program Pemagangan Dalam Negeri 2026 sengaja menyasar lulusan SMA sederajat karena kelompok tersebut menjadi salah satu penyumbang terbesar angka pengangguran di Jakarta. Dari data dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hampir 70 persen pengangguran berasal dari kelompok usia kerja produktif lulusan SMA sederajat.

“Masih banyak pencari kerja yang belum memiliki pengalaman kerja maupun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri atau mengalami skill mismatch. Karena itu, program pemagangan menjadi upaya untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan kesiapan tenaga kerja,” ungkapnya.

Jurnalis: abri/dedy/bj

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait