Jakarta, beritalima.com|- Senator asal Sumatera Barat Irman Gusman mengatakan esensi dari kepemimpinan visioner tidak ditemukan dalam zona nyaman, melainkan dikristalisasi melalui ketangguhan dalam menghadapi krisis besar dan dinamika perubahan zaman.
Hal tersebut disampaikan Irman usai menghadiri forum prestisius Supermentor-28 on Leadership yang berlangsung di The St. Regis Jakarta (14/4).
Forum ini menjadi panggung refleksi bagi para tokoh nasional dan internasional untuk membedah anatomi kepemimpinan di tengah ketidakpastian global.
Menurut Irman, yang juga Ketua DPD RI dua periode (2009–2016), pelajaran dari para tokoh dunia dalam forum tersebut merupakan pengingat krusial, sejarah hanya mencatat pemimpin yang hebat itu berani mengambil keputusan sulit di saat genting.
“Sejarah membuktikan bahwa pemimpin besar tidak lahir dari situasi yang mudah. Mereka dibentuk oleh keberanian moral dan keteguhan karakter saat menghadapi ujian zaman. Kepemimpinan visioner adalah tentang navigasi di tengah krisis untuk membawa bangsa menuju pelabuhan yang lebih aman,” ujar Ketua Dewan Pakar Ekonomi UMKM PP Muhammadiyah tersebut.
Irman menilai tiga narasi besar diangkat dalam Supermentor-28 sebagai referensi utama bagi lintas genarasi, terkhusus lagi untuk generasi muda Indonesia:
Nelson Mandela: Melalui perspektif mantan asistennya, Ebrahim Rasool, mengenai kekuatan rekonsiliasi untuk mempersatukan bangsa yang terpecah.
Lee Kuan Yew: Melalui ulasan Prof. Chan Heng Chee mengenai disiplin visi yang mengubah sebuah negara kecil menjadi kekuatan ekonomi dunia (nation-building).
Sementara itu, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono: Tentang seni mengelola stabilitas dan pengambilan keputusan strategis di masa transisi dan krisis nasional.
“Indonesia saat ini berada dalam fase perubahan dinamis yang menuntut pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral,” tambah Anggota Komite I DPD RI ini.
Kehadiran berbagai tokoh kunci pemerintah dan nasional dalam Supermentor -28 ini juga menunjukkan besarnya perhatian terkait penguatan kepemimpinan generasi muda Indonesia.
Tokoh yang hadir diantaranya Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono dan Eddy Soeparno, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya,Ossy Darmawan Wamen Agraria dan Tata Ruang, Stella Cristie, Wamen Pendidukan Tinggi dan Sais, Iftitaf Sulaiman Suryanagara, Wamen Transmigrasi, Sandiaga Uno, Ilham Habibie dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah serta banyak mantan Dubes RI dan perwakilan dari berbagai negara
Kehadiran para pembuat kebijakan ini, menurut Irman, mencerminkan adanya konsensus nasional mengenai pentingnya transfer pengetahuan kepemimpinan kepada generasi penerus.
Jurnalis: rendy/abri








