Katanya Cinta Produk Indonesia, Politisi Senior PKS Kecam Sikap Luhut Panjaitan

  • Whatsapp

JAKARTA, Beritalima.com– Anggota Komisi VII DPR RI Dr H Mulyanto mengecam sikap Menteri Kordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Panjaitan (LBP) yang lebih mengutamakan pendirian pabrik vaksin dari China dibandingkan mendukung riset dan produksi vaksin dalam negeri.

Menurut politisi senior yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI bidang Industri dan Pembangunan itu, kebijakan ini sangat merugikan dan menghambat perkembangan riset vaksin yang hampir rampung.

“Semestinya Pemerintah memprioritaskan pembangunan pabrik vaksin Merah Putih, bukan malah mempromosikan pabrik vaksin dari China. Apalagi para ahli kita mampu memproduksi vaksin tersebut. Inikan kontra produktif. Katanya cinta produk dalam negeri,” tegas Mulyanto dalam keterangan kepada Beritalima.com, Kamis (26/8) siang.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pekan ini dilaporkan, riset vaksin Merah Putih berbasis platform virus yang dimatikan (inactivated virus) tengah dilakukan uji praklinis (clinical lots) dan akan dilanjutkan dengan uji klinik fase 1-3.

Diperkirakan Emergency Use Authority (EUA) untuk vaksin yang dipelopori Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini akan dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Maret tahun depan dan selanjutnya vaksin dapat diproduksi massal bekerja sama dengan PT. Biotis Pharmaceuticals. BPOM tengah melakukan uji praklinis vaksin Merah Putih.

Dalam Konsorsium Riset Covid-19, yang dikoordinasikan BRIN, ada 11 platform riset vaksin Merah Putih yang dijalankan enam lembaga riset pemerintah dan Perguruan Tinggi, yakni LBM Eijkman, LIPI, UI, ITB, Unair, dan UGM.

Di tengah upaya konsorsium riset Covid-19 itu mempercepat produksi vaksin dalam negeeri, ternyata Pemerintah pimpinan Preesiden Joko Widodo (Jokowi) berniat membuka izin pembangunan pabrik vaksin dari China.

Mulyanto melihat, sepertinya Pemerintah hanya fokus pada pertumbuhan investasi tanpa memperhatikan dampak jangka panjang bagi kemajuan riset dan industri dalam negeri.

Bila sebelumnya Pemerintah mengimpor ratusan juta dosis vaksin dari China, kini Pemerintah akan memfasilitasi pendirian pabrik vaksin dari Cina di Indonesia. Rencananya, vaksin yang akan diproduksi perusahaan China di Indonesia tersebut adalah vaksin berbasis mRNA.

“Terus terang saya kurang mengerti logika Pak Luhut ini. Kalau logika sederhana saya, kita harus genjot dan kawal riset dan produksi Vaksin Merah Putih dengan berbagai kebijakan yang mungkin diterapkan Pemerintah.

Jangan belum apa-apa sudah mempromosikan pembangunan pabrik vaksin asing di Indonesia. Jadi terkesan kita ini asing minded. Dan senang-senang saja pasar domestik yang besar ini digerogoti oleh pabrik-pabrik asing,” kata pemegang gelar doktor lulusan Teknik Nuklir, Tokyo Institute of Technology (Tokodai), Jepang 1995 ini.

Untuk diketahui, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Asosiasi Pengusaha Indoneesia (Apindo) ke-31, Selasa lalu, LBP mengatakan, saat ini terdapat satu perusahaan asal China yang direncanakan memproduksi vaksin di tanah air April 2022. Kendati begitu, nantinya kerja sama itu nantinya memproduksi vaksin jenis mRNA, satu jenis vaksin baru yang kandungannya berbeda dengan jenis vaksin lainnya. (akhir)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait