Jakarta, beritalima.com|- Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal melepas keberangkatan jemaah haji Kabupaten Bandung di Bandara Kertajati, Jawa Barat (10/5). Cucun mengingatkan agar tak hanya berangkat secara fisik ke Tanah Suci, tapi juga mempersiapkan hati dan spiritualitas selama menjalankan ibadah haji.
“Betapa langka dan istimewanya kesempatan ini. Jangan sampai perjalanan kita tahun ini hanya sampai di depan Ka’bah, hanya jasad kita saja yang sampai di sana, tetapi hati kita gagal sampai kepada Rabbul Ka’bah, yaitu Allah SWT,” ujar Cucun di hadapan calon jemaah.
Pernyataan itu menjadi penekanan penting di tengah penyelenggaraan ibadah haji yang setiap tahun masih dibayangi berbagai persoalan klasik, mulai dari layanan, kesehatan jemaah, hingga kesiapan teknis di lapangan.
Kepada para calon jemaah, Cucun menekankan, kesempatan berhaji merupakan panggilan istimewa, mengingat dari lebih dari 248 juta umat Islam Indonesia, hanya sekitar 221 ribu jemaah reguler dan khusus yang diberangkatkan tahun ini.
Legislator asal Jawa Barat itu menitipkan tiga pesan utama. Pertama, menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi yang berbeda jauh dengan Indonesia. Ia meminta jemaah tidak memaksakan diri dan mematuhi arahan petugas kesehatan maupun pembimbing ibadah.
Kedua, menjaga ketertiban dan menaati aturan selama pelaksanaan ibadah haji. Menurutnya, para jemaah tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga nama baik Kabupaten Bandung dan Indonesia di mata dunia.
“Ketiga, dan yang paling penting, pergi dengan niat yang tulus, pulang dengan haji yang mabrur. Doa bapak ibu dari Tanah Suci sangat berharga,” ucapnya.
Cucun meminta para jemaah turut mendoakan Indonesia agar menjadi negara yang makmur dan berkeadilan, sekaligus mendoakan masyarakat yang masih menunggu antrean panjang ibadah haji agar segera mendapat kesempatan berangkat.
Di sisi lain, ia turut menyinggung penyelenggaraan haji tahun ini yang menjadi babak baru setelah pemerintah membentuk kementerian khusus, yakni Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Menurutnya, pembentukan kementerian baru tersebut diharapkan mampu memperbaiki kualitas pelayanan haji yang selama ini kerap menuai kritik publik.
Namun demikian, Cucun mengakui potensi persoalan di lapangan masih mungkin terjadi. Karena itu, ia meminta jemaah aktif melapor jika mengalami kendala selama berada di Tanah Suci.
“Kami ingin pelayanan haji lebih profesional, cepat, mudah, humanis, adil, dan terjangkau. Tapi kalau ada kendala, jangan diam. Sampaikan kepada petugas,” ungkapnya.
Jurnalis: rendy/abri







