Kemenag Fasilitasi Penyerahan Ijazah Yang Sempat Ditahan 3 Tahun

  • Whatsapp

SITUBONDO,Beritalima.com – Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo memfasilitasi penyerahan Ijazah bagi siswa lulusan Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) yang sempat tertahan selama tiga tahun lantaran belum melunasi pembiayaan insidental atau infaq.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (RA – MA) Maulana A. Ridho mengatakan dirinya menjalankan tugas dari kepala agar menyaksikan secara langsung penyerahan Ijazah terhadap dua orang siswa yang lulus pada tahun 2016 lalu.

“Berdasarkan himbauan dari kepala kemenag dan sudah dirapatkan bersama, bahwa sekolah harus menyerahkan ijazah yang sempat tertahan di sekolah kepada masing – murid secara langsung atau di wakilkan tapi harus dengan surat kuasa,’Paparnya. Rabu (11/09/2019).

Sementara kepala kemenag kabupaten Situbondo H Misbakhul Munir.M.Ag melalui selulernya mengatakan bahwa sudah selayaknya ijazah siswa yang sudah lulus segera diberikan untuk keberlanjutan siswa/siswi dalam mengejar jenjang pendidikan maupun untuk bekerja.

“Penyerahan ijazah juga Untuk Menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan ijazah disekolah, pencurian ijazah, bencana seperti kebakaran dan lain lain, itu kami himbau kepada seluruh satuan pendidikan RA, MI, MTs dan MA yang sudah kami lakukan sejak kemarin, sementara jika ada tanggungan belum lunas itu adalah urusan pihak sekolah dan wali murid, sedangkan Ijazah adalah hak siswa itu sendiri,’Ujarnya.

Secara singkat kepla sekolah MAN 2 Situbondo Drs Puji Pinarto.M.Pd.i mengatakan, mendukung penuh dengan program Kemenag Situbondo,” Kami pihak sekolah mendukung penuh program ini demi mendukung siswa _ – siswa menuju jenjang yang lebih tinggi, kami pihak sekolah akan terbuka apabila ada murid yang akan mengambil ijazah, jadi ini bukan menahan, tapi hanya sebatas miss komunikasi saja.’Singkat Puji.

www.beritalima.com

Salah satu penerima ijazah Rizal Suryo Atmojo lulusan MAN 2 tahun 2016 mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, selama ini dirinya mengaku kesulitan untuk bekerja karena setiap melamar pekerjaan di minta menunjukkan ijazah asli atau foto copy terlegalisir.

‘Saya mengucapkan terima kasih terhadap pihak sekolah MAN 2 dan pihak – piohak yang terkait, yang sudah memberikan ijazah, selama ini saya kesulitan melamar pekerjaan karena tidak punya ijazah, sementara foto copy ijazah yang dilegalisir terbatas, berkat kemurahan hati dari sekolah akhirnya saya mendapatkan ijazah,”Ucap Rizal yang mengaku sempat terlantar di Bali karena tidak punya pekerjaan selama tiga bulan.

Dari data yang diperolah dari Kasi Penma Kemenag Situbondo, penyerahan ijazah sebelumnya di lakukan oleh MTS Negeri Situbondo terhadap 9 siswa dan siswi. (Joe)

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *