Kesal Tak Ditemui Bupati, PMII Lempari Pagar Pemkab Situbondo Dengan Tomat Busuk

oleh -19 views

SITUBONDO, beritalima.com – Dengan menggelar teatrikal puluhan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Situbondo menggelar aksi di depan kantor pemerintah kabupaten Situbondo menuntut SEKDA dan ASN yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi DBHCT 2015. Senin (4/02/2019).

Dalam Aksinya PMII Cabang Situbondo menuntut Bupati Situbondo Mencopot Sekda dan ASN yang diduga terlibat dalam kasus Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) yang menyeret mantan Kadis berinisial K dan 2 orang kontraktor.


“Kami mendesak Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto, segera mencopot Sekda dan ASN yang kami duga terlibat sesuai fakta persidangan,”Ujar Moch. Fadil Ketua PMII cabang Situbondo.

Puluhan peserta PMII terpaksa kecewa karena keinginan peserta aksi bertemu Bupati Situbondo dan menjelaskan secara gamblang kasus DBHCT tidak bisa terlaksana karena Bupati Situbondi Sedang Dinas diluar kantor.

“Karena Pak Bupati yang terhormat tidak mau menemui kami para mahasiswa, maka kami akan terus melakukan aksi dan mengirim surat Audensi sampai Bupati mau menemui kami,”Imbuhnya.

Kabag Hukum Pemerintah Kabupaten Situbondo Didik Sulistiono yang di dampingi Asisten 1 mengatakan sampai saat ini pemerintah Daerah tidak bisa mengambil langkah sangsi maupun pemecatan karena belum ada keputusan resmi dari pengadilan.

“Pemda hanya mempertimbangkan sangsi terhadap dua orang berinisial AG dan K, karena sejak ditahan kedua kan tidak masuk kantor, selebihnya kami menunggu putusan resmi pengadilan Tipikor, mengenai SEKDA informasi yang kami terima di panggil sebagai Saksi jadi belum ada keterlibatan apapun, dalam kasus tersebut,”jelas Didik.

Kesal karena tak bisa menemui Bupati Situbondo mahasiswa PMII sempat melempari Name Teks Pemkab Sibondo dipagar depan dengan tomat busuk.

Berikut tuntutan aksi damai PMII :
1. Meminta Bupati mencopot Sekda dan ASN yang terlibat.
2. Bupati wajib mendukung Kejari Situbondo dalam pemeriksaan kasus DBHCT.
3. meminta Sekda untuk klarifikasi terkait keterlibatannya dalam kasus DBHCT

[Joe]