Luar Biasa, Polisi Militer Lantamal V Kembali Tangkap Prajurit Disertir

oleh -4.266 views

SURABAYA, beritalima.com | Kota Surabaya merupakan akhir dari riwayat rute pelarian Disertir Kopda TS setelah sebelumnya pada Ferbruari 2016 silam yang bersangkutan melarikan diri dari kedinasan di Lantamal XI Merauke lalu bersembunyi disekitar Girilaya selama beberapa lama dan melanjutkan pelarian ke Kemlaten Surabaya pada Januari 2019.

Pada Selasa 23 Juli 2019 sekira pukul 08.45 WIB bertempat pada sebuah rumah di Jl Kemlaten gang 10 no. 78A Surabaya, Polisi Militer Lantamal V berhasil meringkus disertir yang telah meninggalkan kedinasan dari satuan Lantamal XI Merauke sejak Februari 2016 tersebut. Penangkapan dilaksanakan tanpa adanya perlawanan dan berlangsung efektif serta efisien.


Informasi mengenai keberadaan disertir diarea tersebut didapatkan setelah koordinasi melekat yang dilakukan antara tim Polisi Militer Lantamal V dengan perangkat RT setempat. Penelusuran posisi disertir ini dilakukan secara kontinyu dengan mengoptimalkan jaringan informasi yang ada. Setelah pada sehari sebelumnya 22 Juli 2019 sekira pukul 23.30 WIB didapatkan konfirmasi A1 bahwa posisi terakhir Kopda TS berada dialamat tersebut maka Komandan Polisi Militer Lantamal V memerintahkan Kadislidpam dan tim Lidpam Polisi Militer Lantamal V untuk terus memantau pergerakan yang bersangkutan untuk selanjutnya mengamankan disertir tersebut.

Komandan Polisi Militer Lantamal V Kolonel Laut (PM) Joko Tri Suhartono, saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan bahwa Kopda TS merupakan personil militer yang telah Disersi dari satuannya sejak Februari 2016. Yang bersangkutan dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin dalam masa damai lebih lama dari 30 hari. Saat ini yang bersangkutan telah diamankan di Polisi Militer Lantamal V untuk menjalani proses selanjutnya.

Pada saat Kopda TS ditangkap, diamankan pula beberapa barang bukti yaitu berupa KTA dan NPWP.

Lebih lanjut Joko-sapaan akrabnya, saat ditemui awak media dikantornya, mengatakan bahwa pencarian dan pengejaran terhadap pelaku tindak pidana terutama Disertir akan terus dilakukan untuk meminimalisir adanya oknum yang akan merusak nama baik TNI AL di masyarakat.