Jakarta | beritalima.com – “Langkah strategis Indonesia dalam memperkuat kolaborasi regional ASEAN untuk mengatasi polusi asap lintas batas secara lebih terkoordinasi, cepat, dan efektif”
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, meresmikan Kantor Sekretariat ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC), tepatnya di Kantor KLH/BPLH, Jl. DI Panjatian Kav 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026).
Ditegaskan Hanif Fausol Nurofiq, kehadiran sekretariat ini bukan hanya simbol kelembagaan, melainkan wujud komitmen konkret Indonesia sebagai tuan rumah dalam mempercepat operasionalisasi pusat koordinasi kawasan.
“Ini adalah simbol tekad kolektif negara-negara ASEAN untuk mewujudkan kawasan bebas asap melalui kerja sama yang lebih solid dan respons yang lebih cepat,” terang Menteri LH kepada awak media.
Lanjutnya, ACC THPC dibentuk dalam kerangka ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) dan dirancang sebagai pusat komando regional dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak lintas negara.
“Melalui pusat komando ini, koordinasi antar negara akan diperkuat, mulai dari pertukaran informasi hingga mobilisasi bantuan darurat saat terjadi kebakaran,” tuturnya.
Secara strategis ujarnya, ACC THPC memiliki tiga fungsi utama, yaitu pemantauan dan penilaian melalui penyediaan data real-time hotspot dan kualitas udara, koordinasi teknis antarnegara termasuk pertukaran tenaga ahli dan teknologi pemadaman, serta sistem peringatan dini untuk mencegah eskalasi kebakaran di musim kemarau.
Tambahnya, kehadiran Sekretariat ACC THPC di Jakarta, juga diharapkan mampu mengintegrasikan sistem data dan respons cepat antara lembaga nasional seperti BNPB, KLH/BPLH, Kementerian Kehutanan, serta mitra di negara anggota ASEAN.
“Integrasi ini menjadi krusial dalam memastikan penanganan karhutla dilakukan secara lintas batas dengan pendekatan yang lebih sinkron dan efektif,” jelasnya.
Masih dijelaskan Menteri LH/Kepala BPLH, sebagai negara dengan kawasan hutan tropis terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menurunkan angka kebakaran melalui penguatan pencegahan, pemadaman, penegakan hukum, serta restorasi ekosistem.
“Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemimpin regional dalam isu pengendalian asap lintas batas,” pungkas Menteri LH.
Ditambahkannya, dengan operasionalisasi penuh ACC THPC, ASEAN diharapkan mampu secara signifikan menekan luas kebakaran, serta meminimalkan dampak kesehatan, lingkungan, dan kerugian ekonomi akibat polusi asap yang selama ini menjadi tantangan bersama kawasan.
Jurnalis: dedy








