Rakornas Pariwisata Kedepankan Pendekatan Konservasi

  • Whatsapp
Rakornas Pariwisata kedepankan pendekatan konservasi (foto: kemenpar)

Jakarta, beritalima.com| – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada 20–21 Mei 2026 disamping menghasilkan berbagai langkah konkret dan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pertumbuhan pariwisata nasional yang berkualitas dan berkelanjutan, juga mengedepankan pendekatan konservasi.

Dalam Rakornas Pariwisata 2026, Kemenpar menghadirkan pendekatan yang lebih terukur terhadap keberlanjutan lingkungan dengan menggandeng Jejak.in untuk menghitung jejak emisi karbon selama dua hari pelaksanaan kegiatan.

CEO & Founder Jejak.in, Arfan Arlanda, menyampaikan total emisi karbon dihasilkan selama Rakornas mencapai 10 ton kgCO2e. Angka tersebut berasal dari empat sumber emisi utama, yakni venue dan akomodasi, transportasi, dokumen dan material seperti penggunaan kertas, serta makanan dan minuman.

Emisi tersebut akan diimbangi melalui program penanaman sekitar 3.092 pohon di sembilan lokasi yang melibatkan Poltek Pariwisata di Bandung, Makassar, Palembang, Bali, Medan, dan Lombok, serta Badan Otorita Pariwisata di Danau Toba, Labuan Bajo Flores, dan Borobudur.

Jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing, seperti mangrove di Bali, kopi di Bandung, dan durian di Medan, guna meningkatkan tingkat keberlangsungan hidup tanaman. Pohon-pohon tersebut juga akan dimonitor selama tiga tahun agar dapat tumbuh optimal dan menyerap emisi karbon secara maksimal.

Saat menutup Rakornas Pariwisata 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta (21/5), Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspar menjelaskan, “kami juga telah menetapkan skema kinerja untuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas serta memperkuat sinergi melalui berbagai MoU dan Rencana Aksi Bersama sebagai quick wins ke depan.”

Di tengah ketidakpastian global, Ni Luh optimistis target kinerja pariwisata nasional di 2026 dapat tercapai melalui semangat kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Target tersebut meliputi kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16 juta–17,6 juta, pergerakan wisatawan nusantara 1,18 miliar perjalanan, devisa pariwisata sebesar 22–24,7 miliar dolar AS, serta kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB sebesar 4,6–4,7 persen.

Menurut Wamenpar, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan representasi dari terbukanya lapangan kerja bagi jutaan masyarakat, tumbuhnya ekonomi daerah, serta meningkatnya kebanggaan nasional terhadap sektor pariwisata Indonesia.

Jurnalis: abri/rendy

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait