Satlantas Polres Gresik Terapkan ETLE Handheld, Penindakan Lalu Lintas Kini Lebih Fleksibel dan Transparan

  • Whatsapp

GRESIK, beritalima.com— Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik resmi mengoperasikan sistem penindakan pelanggaran berbasis elektronik melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld.

Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari upaya modernisasi penegakan hukum lalu lintas sekaligus mendorong budaya tertib berkendara di masyarakat.

Berbeda dengan ETLE statis yang mengandalkan kamera di titik tertentu, ETLE handheld memungkinkan petugas bergerak lebih fleksibel. Dengan perangkat berupa telepon genggam khusus yang terhubung ke pusat data nasional, petugas dapat menjangkau lokasi-lokasi rawan pelanggaran yang sebelumnya sulit terpantau.

Melalui alat tersebut, petugas cukup mendokumentasikan pelanggaran kasat mata, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, hingga menggunakan ponsel saat berkendara. Data pelanggaran kemudian dikirim secara otomatis ke sistem untuk diverifikasi.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua mekanisme penindakan. Pertama, mekanisme tanpa henti, di mana pelanggaran direkam saat patroli dan diverifikasi oleh sistem pusat. Selanjutnya, surat konfirmasi dikirim ke alamat pemilik kendaraan.

Kedua, mekanisme verifikasi di tempat. Pada mekanisme ini, pelanggar dapat dihentikan oleh petugas dan dilakukan input data secara langsung. Sistem akan menghasilkan barcode yang bisa dipindai untuk proses verifikasi, bahkan dilengkapi printer portabel guna mencetak bukti pelanggaran di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menjelaskan bahwa penerapan sistem ini bertujuan meminimalisir interaksi langsung antara petugas dan pelanggar yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.

“Melalui ETLE handheld, penindakan menjadi lebih fleksibel namun tetap berbasis sistem dan data. Masyarakat juga bisa langsung melakukan verifikasi di tempat dengan mekanisme yang transparan,” ujarnya.

Lebih lanjut, pelanggar diwajibkan melengkapi dokumen seperti KTP dan SIM melalui sistem yang tersedia. Setelah proses validasi, pembayaran denda dilakukan melalui perbankan yang ditunjuk, sehingga lebih praktis dan menghindari praktik non-prosedural.

Selain sebagai alat penegakan hukum, ETLE handheld juga berfungsi sebagai sarana edukasi. Dengan pengawasan yang semakin luas dan berbasis teknologi, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas di Kabupaten Gresik semakin meningkat.

Polres Gresik menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan sistem pengawasan lalu lintas yang modern, terintegrasi, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.(Ron)

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait