Surakarta, beritalima.com| – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar mengatakan, kegiatan Parlemen Kampus di Universitas Sebelas Maret atau UNS di Surakarta (Jawa Tengah), dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa lebih peduli terhadap persoalan kebangsaan.
Indra optimistis, dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, mahasiswa saat ini akan menjadi aktor penting dalam menentukan arah kebijakan Indonesia.
“Parlemen kampus ini kami harapkan menjadi trigger bagi teman-teman untuk peduli pada persoalan kebangsaan dan masyarakat, yang nantinya menjadi tanggung jawab mereka di masa depan,” ujar Indra di UNS (5/5).
Dan, dipastikan Indra, kegiatan Parlemen Kampus di UNS tak hanya bersifat seremonial, karena memiliki dampak nyata bagi mahasiswa dan proses legislasi.
Oleh karena itu, mahasiswa tak hanya diajak berdiskusi, tapi juga diminta merumuskan pandangan dalam format persidangan. “Maka teman-teman mahasiswa diminta untuk membahas sebuah isu dengan pandangan-pandangannya dalam bentuk format semacam persidangan,” jelas Indra.
Indra yang juga pernah jadi aktifis mahasiswa era reformasi, menilai hasil diskusi mahasiswa nantinya akan menjadi bahan masukan bagi DPR RI.
“Masukan itu akan menjadi catatan bagi kami, dan kalau bisa menjadi policy brief, akan kami sampaikan misalnya kepada Komisi XII sebagai acuan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga diajak membahas isu-isu konkret yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah. Indra menilai, isu-isu ini penting karena menjadi tantangan nyata yang dihadapi bangsa saat ini.
Pendekatan partisipatif seperti ini diharapkan mampu membangun kesadaran mahasiswa terhadap tanggung jawab sosial dan kebangsaan. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk memahami kompleksitas dalam pengambilan keputusan publik.
Indra menekankan ke depan seluruh program DPR harus memiliki dampak nyata. Hal ini sejalan dengan tuntutan publik agar lembaga negara tidak hanya menjalankan kegiatan simbolik, tetapi juga menghasilkan perubahan yang dirasakan masyarakat.
Jurnalis: rendy/abri




